Kamis, 09 Januari 2014

Marga Batak Di Samosir


Marga Batak di Samosir adalah marga pada Suku Batak Toba di Samosir yang berasal dari daerah di Sumatera Utara, terutama berdiam di Pulau Samosir dan sekitarnya.
Orang Batak selalu memiliki nama marga/keluarga. Nama / marga ini diperoleh dari garis keturunan ayah (patrilinear) yang selanjutnya akan diteruskan kepada keturunannya secara terus menerus.


Asal Usul Marga Batak 
Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea Bulan sendiri mempunyai 5 (lima) orang putra yakni Raja Uti (Raja Biakbiak), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. Sementara Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian menyebar ke segala penjuru daerah di Tapanuli baik ke utara maupun ke selatan sehingga munculah berbagai macam marga Batak. Semua marga-marga ini dapat dilihat kedudukan dari Si Raja Batak.
Legenda mengenai bagaimana Si Raja Batak dapat disebut sebagai asal mula orang Batak masih perlu dikaji lebih dalam.
Sebenarnya Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tobasa, dan Samosir sekarang tidaklah semuanya Toba. Sejak masa Kerajaan Batak hingga pembagian wilayah yang didiami suku Batak ke dalam beberapa distrik oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Tanah Batak dibagi menjadi 4 (empat) bagian besar, yaitu:
  1. Samosir (Pulau Samosir dan sekitarnya); contoh: marga Simbolon,Sagala, dsb
  2. Toba (Balige, Laguboti,Porsea, Parsoburan, Sigumpar, dan sekitarnya); contoh: marga Sitorus, Marpaung, dsb
  3. Humbang (Dolok Sanggul, Lintongnihuta, Siborongborong, dan sekitarnya); contoh: marga Simatupang Siburian, Sihombing Lumban Toruan, dsb
  4. Silindung (Sipoholon, Tarutung, Pahae, dan sekitarnya); contoh: marga Naipospos (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Marbun), Huta Barat,dsb


Hubungan Marga Batak dan Sistem Kekerabatan Batak
Hubungan antarmarga di masing-masing suku Batak berbeda jenisnya. Pada Suku Batak (Samosir-Toba-Humbang-Silindung) hubungan marga ini dapat dilihat dari asal muasal marga tersebut pada garis keturunan Raja Batak. Semakin dekat dengan Raja Batak, maka semakin dituakanlah marga tersebut.
Satu hal yang pasti, 2 orang yang bermarga sejenis (tidak harus sama) secara hukum adat tidak diperbolehkan untuk menikah. Pelanggaran terhadap hukum ini akan mendapat sangsi secara adat.
Tidak ada pengklasifikasian tertentu atas jenis-jenis marga ini, namun marga-marga biasanya sering dihubungkan dengan rumpunnya sebagaimana Bahasa Batak. Misalnya Simatupang merupakan perpaduan dari putranya marga Togatorop, Sianturi, dan Siburian yang ada di wilayah HUMBANG. Naipospos merupakan perpaduan dari kelima putranya yang secara berurutan, yaitu marga Sibagariang, Huta Uruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun yang berada di wilayah SILINDUNG, dan sebagainya.
Silsilah atau tarombo merupakan cara orang batak menyimpan daftar silsilah marga mereka masing-masing dan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai "orang Batak kesasar" (nalilu). Orang Batak khusunya lelaki diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga

Pustaha Batak Dan Aksara Batak


Surat Batak adalah nama aksara yang digunakan untuk menuliskan bahasa Batak. Surat Batak masih berkerabat dengan aksara Nusantara lainnya. Aksara ini memiliki beberapa varian bentuk, tergantung bahasa dan wilayah. Secara garis besar, ada lima varian surat Batak di Sumatra, yaitu Karo, Toba, Dairi, Simalungun, dan Mandailing. Aksara ini wajib diketahui oleh para datu, yaitu orang yang dihormati oleh masyarakat Batak karena menguasai ilmu sihir, ramal, dan penanggalan. Kini, aksara ini masih dapat ditemui dalam berbagai pustaha, yaitu kitab tradisional masyarakat Batak.

Surat Batak adalah sebuah jenis aksara yang disebut abugida, jadi merupakan sebuah perpaduan antara alfabet dan aksara suku kata. Setiap karakter telah mengandung sekaligus konsonan dan vokal dasar. Vokal dasar ini adalah bunyi [a]. Namun dengan tanda diakritis atau apa yang disebut anak ni surat dalam bahasa Batak, maka vokal ini bisa diubah-ubah.
Huruf vokal dan konsonan dalam aksara Batak diurut menurut tradisi mereka sendiri, yaitu: a, ha, ka, ba, pa, na, wa, ga, ja, da, ra, ma, ta, sa, ya, nga, la, nya, ca, nda, mba, i, u. Aksara Batak biasanya ditulis pada bambu/kayu. Penulisan dimulai dari atas ke bawah, dan baris dilanjutkan dari kiri ke kanan. (Sumber: Kozok, Uli. 2009. Surat Batak: Sejarah Perkembangan Tulisan Batak, Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap Si Singamangaraja XII. Jakarta: École française d'Extrême-Orient, Kepustakaan Populer Gramedia.)

Setiap bahasa Batak memiliki varian Surat Batak sendiri-sendiri. Namun varian-varian ini tidaklah terlalu berbeda satu sama lain. Ada empat varian Surat Batak yang utama, sesuai rumpun bahasa Batak, yaitu: Karo, Toba , Pakpak-Dairi, Simalungun, dan Angkola-Mandailing. Dengan membandingkan kelima aksara Batak dan mengadakan analisa nama-nama huruf diakritik maka Prof. Dr. Uli Kozok dari University of Hawai'i at Manoa, dapat membuktikan bahwa aksara Batak mula-mula ada di Mandailing. Dari Mandailing aksara Batak menyebar ke kawasan Toba Timur (perbatasan dengan Simalungun), lalu ke Simalungun dan ke Toba Timur. Dari Toba Timur aksara Batak menyebar lagi ke Pakpak Dairi, sedangkan dari Toba Barat ke Simalungun, sedangkan aksara Karo menunjukkan pengaruh baik dari Pakpak-Dairi maupun dari Simalungun. (Sumber: Kozok, Uli. 2009. Surat Batak: Sejarah Perkembangan Tulisan Batak, Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap Si Singamangaraja XII. Jakarta: École française d'Extrême-Orient, Kepustakaan Populer Gramedia.)

Ina ni surat merupakan huruf-huruf pembentuk dasar huruf aksara Batak. Selama ini, ina ni surat yang dikenal terdiri dari: a, ha, ka, ba, pa, na, wa, ga, ja, da, ra, ma, ta, sa, ya, nga, la, ya, nya, ca, nda, mba, i, u. Nda dan Mba adalah konsonan rangkap yang hanya ditemukan dalam variasi Batak Karo, sedangkan Nya hanya digunakan di Mandailing akan tetapi dimasukkan juga dalam alfabat Toba walaupun tidak digunakan. Aksara Ca hanya terdapat di Karo sedangkan di Angkola-Mandailing huruf Ca ditulis dengan menggunakan huruf Sa dengan sebuah tanda diakritik yang bernama tompi di atasnya


Anak ni surat dalam aksara Batak adalah komponen fonetis yang disisipkan dalam ina ni surat (tanda diakritik) yang berfungsi untuk mengubah pengucapan/lafal dari ina ni surat. Tanda diakritik tersebut dapat berupa tanda vokalisasi, nasalisasi, atau frikatif. Anak ni surat ini terdiri dari:
  • Bunyi [e] (hatadingan)
  • Bunyi [Å‹] (paminggil)
  • Bunyi [u] (haborotan)
  • Bunyi [i] (hauluan)
  • Bunyi [o] (sihora)
  • Pangolat (tanda untuk menghilangkan bunyi [a] pada ina ni surat)
Nama-nama tanda diakritis di atas hanya berlaku untuk bahasa Batak Toba. Dalam bahasa-bahasa Batak lainnya terdapat sejumlah variasi nama ina ni surat. Misalnya Pangolet dalam bahasa Karo dinamakan "penengen".
Seperti halnya ina ni suratanak ni surat dalam aksara Batak juga disusun menurut tradisi mereka sendiri, yaitu: [e][i][o][u][Å‹][x]. Tanda diakritik juga memiliki varian bentuk antara suatu daerah dengan daerah lainnya yang menggunakan aksara yang sama. 



11 Makanan Tradisional Sumatera Utara


Kuliner Sumatera Utara menjadi salah satu hal yang perlu disambangi dan disandingkan untuk Wonderful Indonesia. Kekayaan cita rasa dan bumbu khas di Sumatera Utara adalah alasannya. Kuliner Medan yang menjadi pusat pemerintahan provinsi banyak dipengaruhi oleh rasa dan aroma dari seluruh etnis dan suku di provinsi yang memiliki danau terbesar di Asia Tenggara Ini.
Berikut 11 makanan tradisional di Sumatera Utara yang kerap dicari dan disajikan. 

1. Sambal Tuktuk
Adalah makanan khas tradisional Batak, yang berasal dari Tapanuli. Sebenarnya bahan-bahan untuk membuat sambal tuktuk tidak berbeda dengan bahan sambal-sambal lainnya, sederhana saja. Yang membuat sambal ini sedikit lebih berbeda dengan sambal yang lain adalah andalimannya. Biasanya sambal tuktuk dicampur dengan ikan aso-aso (sejenis ikan kembung yang sudah dikeringkan), tapi jika tidak menemukan ikan aso-aso bisa diganti dengan ikan teri tawar.

2. Arsik 
Salah satu masakan khas kawasan Tapanuli yang populer. Masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning. Ikan mas adalah bahan utama, yang dalam penyiapannya tidak dibuang sisiknya. Bumbu arsik sangat khas, mengandung beberapa komponen yang khas dari wilayah pegunungan Sumatera Utara, seperti andaliman dan asam cikala (buah kecombrang), selain bumbu khas Nusantara yang umum, seperti lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dilumuri pada tubuh ikan beberapa saat. Ikan kemudian dimasak dengan sedikit minyak dan api kecil hingga agak mengering.

3. Manuk Napinadar 
Atau Ayam Napinadar adalah masakan khas Batak yang biasanya dihidangkan pada pesta adat tertentu. Untuk mengerjakan resep yang satu ini agak sedikit rumit, butuh waktu dan kesabaran. Pastinya inti dari masakan ini adalah di saos darah ayam itu sendiri.
Masak Ayam Napinadar ini, ayamnya harus dipanggang terlebih dahulu, setelah itu lalu disiram dengan saos spesial yakni darah ayam (manuk) itu sendiri, dan dicampur dengan andaliman, bawang putih bubuk (yang sudah digiling sampai halus) lalu dimasak. Sama seperti kita menuangkan saos ke atas ayam yang sudah dipanggang.


4. Saksang 

Atau sangsang adalah masakan khas dari tanah Batak yang terbuat dari daging babi (atau daging anjing) yang dicincang dan dimasak dengan menggunakan darah, santan dan rempah-rempah (termasuk jeruk purut dan daun salam, ketumbarbawang merahbawang putihcabaimericaseraijahelengkuas,kunyit dan andaliman).Saksang menjadi makanan wajib dalam adat pernikahan Batak

5. Dengke Mas na Niura 
Makanan ini dikenal juga dengan sebutan Ikan Mas Na Niura yang mana merupakan makanan tradisonal khas Batak yang berasal dari Tapanuli. Dahulu masakan na niura dikhususkan untuk raja saja, namun karena rasanya yang enak sehingga semua orang-orang batak ingin menyantap dan membuatnya.
Ikan Mas Na Niura ini merupakan sebuah penyajian Lauk Pauk yang cara membuatnya tidak dimasak, direbus, digoreng atau semacamnya, karena na niura dalam bahasa Batak artinya ikan yang tidak dimasak, ikan mentah tersebut disajikan dengan bumbu yang lengkap sehingga yang akan membuat ikan tersebut lebih enak dirasa tanpa dimasak, yang artinya bahwa bumbu-bumbu itulah yang memasak ikan mas tersebut.

6. Itak Gurgur 
Makanan tradisional khas Batak yang pada umumnya digunakan pada acara adat Batak tertentu. Itak gurgur dibuat dengan bahan yang sama dengan lampet, yaitu beras yang telah dihaluskan secara tradisional yang kemudian disebut itak. Rasa yang dihasilkan juga hampir sama dengan lapet, yaitu manis dan gurih.
Namun cara membuat itak gurgur berbeda dengan cara membuat lampet. Itak gurgur dibuat dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan mengadon itak, kelapa muda yang telah diparut, gula pasir, dan sedikit air panas. Setelah dicampur sampai rata, kemudian adonan tersebut dicetak secara manual dengan tangan sendiri. Sudah, begitu saja. Itak Gurgur pun siap dihidangkan.
Kata gurgur di sini dapat diartikan sebagai “membara”. Pemberi itak gurgur selalu berharap si pemakan jadi memiliki semangat yang membara-bara. Agar benar-benar membara, itak gurgur dapat dikukus setelah air mendidih.

7. Kue Ombusombus 
Makanan atau jajanan khas Batak yang berasal dari Siborongborong, Tapanuli Utara. Kue ombusombus terbuat dari tepung beras yang diberi gula di tengahnya dan dibungkus dengan daun pisang.
Nama Ombusombus itu konon dibuat harus memberi tiupan (menghembuskan nafas) ketika memakannya dan kue ini enak dimakan di saat masih hangat.
Tak jelas sejak kapan penganan ini mulai “membudaya”, namun pada acara seremonial adat Batak tertentu, biasanya lampet atau ombusoombus tetap menjadi hidangan sela dan dibarengi kopi atau teh.

8. Kacang Sihobuk 
Makanan ringan/jajanan khas Batak yang berasal dari Desa Sihobuk, Tarutung, Tapanuli Utara.
Nama Sihobuk adalah nama merk dagang yang diambil dari nama desa Sihobuk menjadi merk, tidak terlalu berbeda dengan kacang lain, namun kacang tersebut telah dipilih dan dipilah untuk dijual. Kacang sihobuk telah menjadi oleh-oleh terkenal, bahkan sampai ke luar negeri.
Kacang sihobuk tersebut (tanpa dikuliti) dimasak di kuali besar yang telah diisi dengan pasir, diaduk atau digongseng supaya kacang masak, dan garing secara merata


9. Sasagun 
Makanan ringan tradisional khas batak dari Sumatera Utara. Makanan ini dibuat dari tepung beras yang digongseng dengan kelapa dan dicampur dengan gula merah/aren. Soal rasa bisa dicampur dengan nenas atau durian, kacang atau sesuai dengan selera. Dahulu makanan ini selalu disertakan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang akan merantau, dan juga kepada mereka yang akan pulang ke perantauan
10. Dali ni Horbo 
Atau Bagot ni horbo adalah air susu kerbau yang diolah secara tradisional dan merupakan makanan khas Batak dari daerah Tapanuli.  Konon menurut ceritanya, tradisi mengolah susu kerbau menjadi dali sudah dimulai oleh leluhur orang batak semenjak adanya komunitas batak. Pada setiap rumah makan khas batak, dali menjadi menu utama. Untuk mendapatkan dali, umumnya di setiap onan (pasar) di daerah Tapanuli, dali menjadi komoditas dagangan.

11. Mie Gomak 
Makanan yang terkenal sebagai masakan khas daerah dari tanah Batak Toba, meliputi semua daerah Batak Toba, dan juga menjadi masakan khas di Sibolga dan Tapanuli.

Mengenai asal usul sebutan untuk menu ini beragam versi. Sebagian menyebutkan, mungkin karena cara penyediaannya digomak-gomak (digenggam pakai tangan) hingga sampai saat ini disebut mie gomak, meski pun pada akhirnya tidak menggenggamnya dengan tangan di saat menghidangkannya. Juga sering disebut Spageti Batak karena mirip dengan spageti dari Itali, bentuknya mirip seperti lidi.Mie yang sudah direbus biasanya dibuat terpisah dengan kuah dan sambalnya. Meski banyak ragam untuk membuat menu makanan khas Batak ini, ada yang menggunakan kuah ada juga dibuat seperti mie goreng. Rasanya sangat unik apabila mie gomak dicampur dengan bumbu dari tanah Batak yakni andaliman

Untuk informasi lainnya tentang kuliner Sumatera Utara, yuk berkunjung ke Pariwisata Sumut dan telusuri keindahan manikam Pariwisata Sumut,

Rabu, 08 Januari 2014

Pamah Simelir - Langkat



Wisata alam Pamah Simelir merupakan salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara, konturnya yang unik dengan lembah hijau menjadikan tempat wisata ini sangat layak untuk dikunjungi. berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tepatnya di Desa Telagah, kecamatan Sei Bingai secara georafis terletak pada koordinat 97’ 52” BT – 98’ 45” BT, 3’ 14’ LU – 4’ 13” LU, pada ketinggian 700 – 910 m dpl dan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser.

Di Pamah Simelir tersedia fasilitas pemondokan sederhana di rumah penduduk. Wisatawan asing singgah dan bermalam di daerah ini dibawa oleh pemandu dari Bukit Lawang dengan tujuan trekking ke Lau Kawar di Kabupaten Karo. 
Bila anda berkunjung ke Wisata Alam Pamah Simelir maka anda akan menemukan aneka flora seperti Dipterocarpus sp, shorea sp, champhor, rotan dan kayu manis, Pohon Lengat Tangkeh, Beringin Hutan, pisang Hutan, dan juga berbagai jenis satwa seperti Harimau, Beruang, Landak, kancil, Lutung dahi putih/Kera, Kulikap/Saruli, Sarudung/Serudung, Ungko, Orang Utan/Mawas, Siamang, etak/Binturung, Burung Murai, Cucak rawa, Burung Layang-layang, Burung Kuau, Burung Ketilang, Burung Enggang, Burung Elang perut putih, Burung Rangkong, Sri Gunting dll.


Selain itu terdapat juga Gunung Semelir (ketinggian 1.754 m dpl) yang mempesona dan terlihat begitu mengagumkan, Gua, Air Terjun, sumber air panas dan bentukan geologi yang sangat alami. Di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser cenderung masih asli dan terdapat jenis pohon-pohon bernilai ekonomi tinggi dan masih dapat dijumpai Orangutan dan spesies primata lainnya serta aneka ragam burung.
Sebagian besar masyarakatnya adalah suku Karo. Umumnya masyarakat masih memegang teguh adat istiadatnya. Disini masih dapat disaksikan kesenian adat Karo yang ditampilkan pada saat acara perkawinan, kematian maupun pada acara Pesta Tahunan (Annual Party). Gendang Guro-guro Aron merupakan kesenian khas yang kerap ditampilkan termasuk jenis makanan tradisional.
Potensi wisata Kawasan ini memiliki panorama alam hutan tropis yang sangat indah dan masih terjaga keasliannya dengan nuansa kesejukan udara yang dingin. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.
Dengan jarak 3 jam perjalanan dari Pamah Simelir, dapat dijumpai air terjun Srenggana dengan ketinggian mencapai 30 meter. Air terjun ini terdapat di kaki gunung Simelir dan merupakan hulu sungai Sulkam yang mengalir ke Sei Wampu.
Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa observasi dan penelitian, trekking, pengamatan burung, camping, dan education tourism.

Pantai Di Deli Serdang


Deli Serdang, sebuah kabupaten beribukotakan Lubuk Pakam yang masuk kedalam wilayah administratif Provinsi Sumatera Utara. Pariwisata Deli Serdang mengalami pertumbuhan yang signifikan sejalan dengan perkembangan dan persaingan didalam menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun Internasional. Tempat wisata di Deli Serdang berupa wisata bahari, alam, kuliner, dan MICE adalah produk andalan yang pada umumnya diminati oleh masyarakat. 


Untuk kali ini saya akan membahas DTW Bahari berupa pantai-pantai di kabupaten Deli Serdang. 


1. Pantai Muara Indah 

Merupakan sebuah pantai yang indah, cocok untuk piknik atau liburan bersama keluarga. Pantai Muara Indah Deli Serdang terletak di desa Denai Kuala tepatnya Kecamatan Pantai Labu. Jarak dari kota Medan sekitar 35 km dan dari Lubuk Pakam sekitar 55 km. 



2. Pantai Putra Deli 

Pantai ini terletak di Desa Denai kuala Kecamatan Pantai Labu. Sebuah pantai yang kerap dikunjungi oleh wisatawan karena letaknya yang tidak jauh dari kota Lubuk Pakam. Berjarak sekitar 55 Km dari Medan dan 33 Km dari Lubuk Pakam. 
Pantai Putra Deli memiliki keindahan alam yang mempesona, garis pantai seolah ditaburi dengan permata karena pasirnya yang berwarna putih. Selain itu tumbuhan mangrove (bakau) tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bila anda beruntung maka anda juga dapat melihat burung belibis yang mencari makan. 



3. Pantai Pasir Putih 

Pantai Pasir Putih adalah sebuah tempat wisata bahari di kabupaten Deli Serdang yang unik. Selain pasir putihnya yang memanjang disepanjang bibir pantai terdapat pula fauna berkeliaran bebas di pantai ini terutama kera. Selain itu etnis cina juga kerap bersembahyang di pantai yang terletak di kecamatan Hamparan Perak ini. 
Jarak dari kota Medan hanya sekitar 22 km dan bila dari kota Lubuk Pakam sekitar 48 km.

Tentang Traveling Medan Comm

Traveling Medan Comm

Dibentuk untuk memperkuat dan menjalin keakraban diantara pecinta dunia pariwisata yang beragendakan kunjungan wisata dan aksi sosial. 

Saat ini Komunitas Traveling Medan telah berangotakan lebih dari 120 orang dan tersebar hampir diseluruh Indonesia seperti Medan, Bandung, Surabaya, Bali, Aceh, Samosir, Jakarta, Sibolga, Tebing Tinggi, Pekan Baru, Jogjakarta, Sidikalang, Salak, serta di negara Singapura dan kami percaya bahwa komunitas ini akan terus berkembang dimasa datang sejalan dengan niat untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Utara ke seluruh dunia. 

Traveling Medan Comm

Bila anda tertarik untuk bergabung silahkan hubungi kami melalui contact person atau sosial media.

Email 
traveling.medan@gmail.com 

Sosial Media 
Twitter : 
@pariwisataSUMUT 
@travelingMEDAN 

Facebook : 
Traveling Medan Comm 

Sekretariat:
Jalan Sembada Bahagia IX Padang Bulan Medan.

Contact Person:
Anthony: 085658080343

5 Tempat Wisata Di Pakpak Bharat

Kabupaten Pakpak Bharat yang beribukotakan Salak dengan pusat pemerintahan Sindeka merupakan salah satu bagian dari provinsi Sumatera Utara.Motto dari kabupaten Pakpak Bharat adalah BAGE ATE REJEKI BAGE TENNAH SODIP yang berarti Bahwa masyarakat dalam setiap melakukan pekerjaan mempunyai keselarasan antara hati, jiwa, pikiran dengan perbuatan.

Berbicara mengenai tempat wisata di kabupaten Pakpak Bharat terdapat banyak DTW yang sangat indah dan potensial. Keunikan daerah yang mayoritas penduduknya adalah suku pakpak ini terletak pada wisata alam berupa air terjun, begitu juga dengan wisata budayanya. Keindahan panorama dan kekayaan yang berada di kabupaten Pakpak Bharat menunjukkan bahwa wilayah geografi Kabupaten Pakpak Bharat berada di kaki bukit barisan (Delleng Sibarteng).

Inilah tempat wisata di kabupaten Pakpak Bharat yang layak untuk disambangi.

1. Sibande

Durian Pakpak Bharat
Merupakan salah satu kecamatan, memiliki panorama yang tentunya indah. Daerah ini menjadi sentra penghasil buah durian dan nilam. Sibande kerap ramai saat musim durian tengah berlangsung.


2. Uruk Sindeka

Panorama Indah Uruk Sindeka
Hijaunya pegunungan bukit barisan ditambah kontur lokasi Uruk Sindeka yang berada pada perbukitan menjadikan daerah ini sangat indah terlebih bila malam hai karena dari Uruk Sindeka dapat terlihat kota Salak dari kejauhan. Mungkin karena alasan ini juga maka pusat pemerintahan dilokasikan disini. 


3. Mejan Penanggalen


Mejan merupakan salah satu bentuk kebudayaan megalitik masyarakat Pakpak, Mejan terbuat dari batu yang dipahat dan diukir menyerupai bentuk manusia maupun hewan. Menurut kepercayaan masyarakat Pakpak, Mejan memiliki kekuatan magis berfungsi sebagai penjaga kampung dari kejahatan. Keberadaan mejan dapat ditemui hampir diseluruh desa di wilayah kabupaten pakpak Bharat.


4. Air Terjun Lae Une




Air terjun ini berada di desa kecupak, tempat wisata Pakpak Bharat berupa air terjun kerap dikunjungi oleh masyarakat baik lokal maupun pengunjung yang sengaja datang dari luar daerah. Keindahan alam Air Terjun Lae Une menambah khasanah pariwisata Sumatera Utara. Untuk mengetahui selengkapnya silahkan klik disini.


5. Air Terjun lae Mbilulu


Air terjun ini menjadi tempat favorit bagi para pengunjung karena letaknya yang berada ditengah hutan sehingga sangat sejuk dan hijau. Untuk membaca selengkapnya silahkan klik disini