Tampilkan postingan dengan label pariwisata samosir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata samosir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2014

Marga Batak Di Samosir


Marga Batak di Samosir adalah marga pada Suku Batak Toba di Samosir yang berasal dari daerah di Sumatera Utara, terutama berdiam di Pulau Samosir dan sekitarnya.
Orang Batak selalu memiliki nama marga/keluarga. Nama / marga ini diperoleh dari garis keturunan ayah (patrilinear) yang selanjutnya akan diteruskan kepada keturunannya secara terus menerus.


Asal Usul Marga Batak 
Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea Bulan sendiri mempunyai 5 (lima) orang putra yakni Raja Uti (Raja Biakbiak), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. Sementara Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian menyebar ke segala penjuru daerah di Tapanuli baik ke utara maupun ke selatan sehingga munculah berbagai macam marga Batak. Semua marga-marga ini dapat dilihat kedudukan dari Si Raja Batak.
Legenda mengenai bagaimana Si Raja Batak dapat disebut sebagai asal mula orang Batak masih perlu dikaji lebih dalam.
Sebenarnya Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tobasa, dan Samosir sekarang tidaklah semuanya Toba. Sejak masa Kerajaan Batak hingga pembagian wilayah yang didiami suku Batak ke dalam beberapa distrik oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Tanah Batak dibagi menjadi 4 (empat) bagian besar, yaitu:
  1. Samosir (Pulau Samosir dan sekitarnya); contoh: marga Simbolon,Sagala, dsb
  2. Toba (Balige, Laguboti,Porsea, Parsoburan, Sigumpar, dan sekitarnya); contoh: marga Sitorus, Marpaung, dsb
  3. Humbang (Dolok Sanggul, Lintongnihuta, Siborongborong, dan sekitarnya); contoh: marga Simatupang Siburian, Sihombing Lumban Toruan, dsb
  4. Silindung (Sipoholon, Tarutung, Pahae, dan sekitarnya); contoh: marga Naipospos (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Marbun), Huta Barat,dsb


Hubungan Marga Batak dan Sistem Kekerabatan Batak
Hubungan antarmarga di masing-masing suku Batak berbeda jenisnya. Pada Suku Batak (Samosir-Toba-Humbang-Silindung) hubungan marga ini dapat dilihat dari asal muasal marga tersebut pada garis keturunan Raja Batak. Semakin dekat dengan Raja Batak, maka semakin dituakanlah marga tersebut.
Satu hal yang pasti, 2 orang yang bermarga sejenis (tidak harus sama) secara hukum adat tidak diperbolehkan untuk menikah. Pelanggaran terhadap hukum ini akan mendapat sangsi secara adat.
Tidak ada pengklasifikasian tertentu atas jenis-jenis marga ini, namun marga-marga biasanya sering dihubungkan dengan rumpunnya sebagaimana Bahasa Batak. Misalnya Simatupang merupakan perpaduan dari putranya marga Togatorop, Sianturi, dan Siburian yang ada di wilayah HUMBANG. Naipospos merupakan perpaduan dari kelima putranya yang secara berurutan, yaitu marga Sibagariang, Huta Uruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun yang berada di wilayah SILINDUNG, dan sebagainya.
Silsilah atau tarombo merupakan cara orang batak menyimpan daftar silsilah marga mereka masing-masing dan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai "orang Batak kesasar" (nalilu). Orang Batak khusunya lelaki diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu). Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga

Minggu, 21 Juli 2013

Pantai Parbaba - Samosir


Ini sesungguhnya bukan pantai yang terletak di laut seperti umumnya, tetapi lokasinya berada ditepian Danau Toba yang mana merupakan icon dari pariwisata Sumatera Utara. Namun jangan salah sangka, keindahannya tidak jauh berbeda seperti pantai di laut, bahkan lebih indah.

Danau Toba tidak melulu identik dengan kota Parapat, Tuktuk, Pantai Silalahi, Desa Simanindo, Museum Batak, Desa Wisata Jangga atau Pussuk Buhit. Ada sudut lain yang begitu membuat anda berdecak kagum.


History
Danau Toba yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba beberapa ribu tahun lalu, meninggalkan sejuta manikam keindahan. Pantai Parbaba yang berpasir putih adalah salah satunya.

How To Get

Bila anda berangkat dari kota Medan, silahkan menuju pelabuhan Parapat terlebih dahulu, kemudian menyebrang naik kapal ferry ke Tomok. Dari sini silahkan lanjutkan perjalanan menuju Desa Parbaba yang terletak diantara Tomok dan Pangururan. 


What To See
Pantai berpasir putih satu-satunya di danau Toba yang sangat mempesona, menjadi salah satu tujuan wisata favorit para wisatawan baik nasional maupun mancanegara. Suguhan air danau toba yang terlihat jernih ditambah pegunungan yang menjulang diseberang menambah eksotisme pantai Parbaba. Selain itu silahkan menghabiskan waktu dengan teman-teman anda diwaktu malam hari, memanggang seafood atau ikan misalnya. 


What To Do
Bersiaplah tercengang dan menghabiskan waktu seharian penuh tanpa merasa bosan, berlari dan bermain diatas pasir putih yang luas. Berenang dan berendam di danau toba yang airnya sangat bersih, tak perlu takut karena kedalamannya hanya sebatas pinggang hingga beberapa puluh meter dari bibir pantai. Menikmati sunset di sore hari yang begitu memukau. Dan bagi kamu yang hendak menghitamkan kulit jangan lupa berjemur dibeberapa kursi panjang dibibir pantai seraya menikmati semilir lembutnya angin sejuk yang berhembus menyelimuti suasana pantai.