Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Desember 2014

Tips Bewisata Ke Medan

Halo traveler!! Getting ready to travel around Medan? Sebelum menginjakkan kaki di kota kuliner ini, ada baiknya kamu tau mengenai Tips berwisata ke Medan. Sesuai dengan istilah "lain lubuk lain ikannya" maka mau tidak mau mau perlu sekali untuk mengenal destinasi wisata yang ingin dituju. Sekarang pusatkan mata anda ke point-point berikut.

1. Set Your Transport Accomodation
Atur transportasi yang hendak kamu gunakan dari tempat asal ke Kota Medan. Bila menggunakan transportasi udara maka maskapai penerbangan biasanya mendarat di Kuala Namu International Airport sedangkan untuk transportasi laut akan merapat di dermaga Pelabuhan Belawan. Bila dari KNIA anda harus menggunakan transportasi lagi ke Medan. Opsi recommended ada 3 yakni menggunakan Kereta Bandara KNIA, Bus Damri atau Taxi. Yang paling murah dari ketiganya adalah Bus Damri.


2. Set Your Traveling Destination
Ini yang paling penting, jangan setelah sampai di Kota Medan anda tidak tahu tempat-tempat wisata mana yang ingin dikunjung. Sebagai refrenai coba cek di website: Pariwisata Sumut. Anway, site ini update setiap hari dan tempat-tempat wisata di Sumut yang belum terkenal bisa kamu lihat disini. Tinggal arahkan kursor ke menu -> destination dan pilih sub menu dari Kab/Kota yang akan kamu jelajah.


3. Set Your Staying Accommodation
Sesuaikan budget dan tentukan jenis penginapan. Di Medan terdapat losmen, motel, inn dan hotel baik untuk traveler maupun backpacker. Nah untuk melihat review Hotel Di Sumut jangan lupa berkunjung lagi ke website www.pariwisatasumut.net


4. Local Hospitality
Shocking soda!! wait, we are not talking about drink. Percaya gak percaya bamyak loh pengunjung dari luar kota Medan sedikit terkejut tatkala menginap di hotel. Bukannya gimana, orang Medan kan udah terkenal punya karakter keras, termasuk logat alias cara berkomunikasinya. Untuk itu harap maklum aja kalau nadanya sedikit membentak. Hatinya baik kok. :*

5. Medan Transportation Choice
Hampir semua jenis transportasi publik dapat kita temukan di Medan. Yang paling out of the box adalah angkot dan becak Medan. Kalau angkot di Medan itu sudah biasa ngebut-ngebut karena emang dilahirin sebagai pembalap, mungkin. Tarif angkot Medan berkisar Rp. 5.500/estafet. Beda lagi dengan Becak Medan, jangan asal naik aja, stop dulu kemudian tanyakan harga ke tempat wisata yang akan kamu tuju. Coba deh nawar harga 20 %, karena biasanya tarif naik becak itu suka ngasal apalagi kalau kamu berpenampilan cetar membahana, rusaaak abang dek. -___-


6. Seat Your Meal
Dari ujung ke ujung disepanjang jalan Kota medan. Terhampar luas aneka makanan dan minuman bak permadani. Mulai dari harga mahal hingga harga murah, halal dan non halal, enak dan tidak enak, bintang 5 dan kaki 5, semua ada di Medan. Sesuaikan dengan traveling budget kamu. Kan sedih juga kalau entar kamu berat di ongkos, apa lacur uang terkuras dan akhirnya menggerayang di Kota Medan.


7. Be Careful
Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan enggak cuma keren dan wuih rame binggo. Kriminalitasnya juga lumayan high traffic. Jadi kamu kudu berhati-hati dan selalu siap sedia. Kalau tida terpaksa, hindari keluar pada malam hari kecuali ada orang yang kamu kenal untuk menemani.

Nah ketujuh tips tersebut saya beri label "7 Jurus Ampuh Berwisata Ke Medan". Semoga bisa membantu kamu menelusuri peaona keindahan kota Medan baik dari aisi budaya, heritage, kuliner, sejarah dan lain-lain. Kalau merasa ada pertanyaan, dont worry... Traveling Medan Comm alias Komunitaa Traveling Medan siap ngebantu kami. Follow saja twitternya di link www.twitter.com/travelingmedan atau www.twitter.com/pariwisatasumut. At last, welcome and enjoy the small city of Asia. :)

Rabu, 19 November 2014

Koran Pariwisata SUMUT November

Sebenarnya sedikit sibuk dengan aktivitas yang tidak penting akhir-akhir ini, hanya saja terlalu rude kalau meninggalkan blog anthonynh.blogspot.com. But anyway, jangan lupa berkunjung ke www.pariwisatasumut.net yah kawan-kawan karena sekarang udah fokus nulis disana. Ayo kita promosikan Sumatera Utara. :)

November ini team kami mencoba mengulas informasi terkait Pariwisata Kabupaten Batubara, seyoginya banyak hal yang ingin kami informasikan, hanya saja keterbatasan informasi dan tidak adanya contact person dinas terkait membuat team lumayan kelimpungan. 

"What people's looking for" adalah topik utama yang sengaja dipilih, membahas mengenai destinasi wisata di kabupaten yang wilayahnya langsung berbatasan dengan Selat Melaka ini. Selanjutnya kami juga akan berencana mengulas tentang hotel, MICE dan budaya Melayu Batubara.

Tak banyak orang tahu ternyata di Batubara terdapat sebuah benteng pertahanan Jepang, tepatnya di sekitar kawasan Tanjung Tiram. Tulisan tersebut kami rangkai di dalam artikel: 20 Tempat Wisata Di Batubara. 

Tak hanya mengulas tentang destinasi wisata di Batubara, kami juga mencoba memberikan informasi mengenai lokasi rafting alias arung jeram di Sumatera Utara. Mengingat bahwa akhir-akhir ini minat khusus wisatawan pecinta olahraga semakin bertambah. Taukah kamu Sumut punya 7 spot rafing dengan berbagai level atau tingkat kesulitan berbeda?. Namun Asahan River masih tetap berada di posisi puncak, tentu saja!! Jeram di sungai yang melintasi setidaknya 4 kabupaten ini memang sudah digilai oleh wisatawan baik domestik maupun internasional. Ulasannya kami rangkum di 7 Lokasi Arung Jeram Di Sumatera Utara.

Last but not least, kami juga mengulas bagaimana mengoptimalkan fungsi aplikasi kamera bagi pengguna android untuk traveling photograph

Untuk update informasi mengenai Pariwisata SUMUT, akan jauh lebih baik bila teman-teman mengikuti akun twitter kami di @pariwisataSUMUT. Dan kalau memang pengen tulisan kamu juga dibaca oleh reader, dengan senang hati kami akan menerima karya kamu tapi syaratnya harus belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun online. Bila sudah memenuhi syarat tersebut, langsung deh kirim melalui email ke: team.pariwisatasumut@gmail.com atau contact di 085658080343. That's all, happy traveling dan salam peduli pariwisata Sumut. Titik dua bintang. :)

Sabtu, 08 November 2014

2 Tahun Pariwisata SUMUT

1415474710444096643
“tidak harus menunggu pemerintah, lakukan hal baik untuk negaramu”

Pariwisata Sumut merupakan website yang menyediakan informasi terkait pariwisata, budaya, kuliner, kearifan lokal, bahasa, destinasi wisata, MICE, ekonomi kreatif dan hotel di provinsi Sumatera Utara. Pendirian website tersebut didasarkan atas keinginan untuk mempromosikan Sumatera Utara secara independen kepada khalayak dengan pemanfaatan internet. Berdiri sejak tahun 2012, Pariwisata SUMUT net kini semakin mengoptimalkan sosial media baik di twittertumblr,facebook dan instagram sebagai sarana promosi.

Tak hanya aktif di dunia maya, Pariwisata SUMUT juga melakukan kegiatan-kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai orang yang terlahir dan besar di Sumatera Utara.

Pariwisata Sumatera Utara  memang luar biasa, begitu panyak objek wisata tersembunyi di setiap wilayah kabupaten. Pariwisata Sumut amatlah potensial apabila dikembangkan, hanya saja banyak yang masih tidak peduli. Promosi adalah salah satu cara bagaimana mempublikasikan destinasi wisata di Sumatera Utara lebih luas kepada wisatawan baik domestik maupun internasional sehingga persentase kunjungan tidak akan mengalami penurunan seperti yang terjadi pada tahun 1996 silam. Dengan keberadaan Pariwisata SUMUT Net, kami berharap memberi sedikit sumbang asih kepada Indonesia secara umum dan terkhusus kepada Sumatera Utara. Jayalah Indonesia….!!

Tulisan ini telah dipublish di kompasiana.

Rabu, 22 Oktober 2014

Kepentingan Diatas Kepentingan

Kapan kamu merasa itu penting?
Pertanyaan klasik, setiap orang atau kebanyakan akan menjawab dengan gaya klasik juga: "ketika itu ada hubungannya dengan hidupku"

Lantas sampai kapan kita teguh pada ego? menganggap sesuatu hal itu penting berdasarkan faktor kebutuhan pribadi?

Banyak orang berjuang untuk hidupnya sendiri tanpa sedikitpun peduli dengan orang lain atau lingkungan sekitarnya. Egosentris yang meraja. Sssstt...... Ada juga trend baru saat ini, program CSR ternyata tidak hanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tetapi juga digunakan oleh manusia untuk kepentingan pribadi. Berbuat baik untuk mendapatkan citra. Dianggap A-B, atau agar dianggap 1-2.

Entahlah, mental kita sudah terperosok terlalu dalam. "Berbuatbaiklah tanpa maksud dan tujuan pribadi" ________

Sabtu, 11 Oktober 2014

Komunikasi Pariwisata

"Komunikasi pariwisata itu lebih identik dengan pemasaran" begitulah asumsi yang berkembang di benak kita. Apa iya? Jelas tidak sama sekali.

Pada faktanya, komunikasi berperan utuh disetiap nafas kehidupan pariwisata. Lebaynya seperti itu. Mulai dari pemasaran, pelayanan dan bahkan ruang organisasi (management) dari pariwisata itu tidak akan pernah terlepas dari unsur komunikasi hanya saja pola komunikasi itu yang berbeda.

Senin, 15 September 2014

Memasarkan Produk Pariwisata Dengan Memanfaatkan Citra

Marketing atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan "Pemasaran" adalah aktifitas utama pada sektor Pariwisata. Kedua produk pariwisata baik Tangible dan Intangible, membutuhkan strategi pemasaran yang berbeda bila dibandingkan dengan produk non-pariwisata. Permasalahannya adalah marketer hanya memposisikan diri mereka sebagai seorang pemasar untuk mendapatkan profit sebesar mungkin, entah itu karena tuntutan dari perusahaan atau memang dari dalam diri sang marketer yang tidak mau "usaha" banyak.

Mendalami ilmu pariwisata dan ilmu komunikasi, membentuk pemikiran saya bahwa aspek komunikasi memiliki peranan yang sangat penting, terutama bagi mereka yang notabene bekerja sebagai Public Relations atau Marketing di perusahaan Pariwisata. Tak hanya di instansi swasta, tetapi instansi pemerintah juga perlu menata kembali sistem pemasaran mereka yang kebanyakan sangat klasik.

Menjual produk pariwisata tidak hanya sebatas mengharapkan kepuasan konsumen, ada komponen yang jauh lebih penting yakni kesetiaan. "Konsumen yang setia tak akan pernah berkata bohong, konsumen yang setia tak akan pernah berkhianat dan pergi ke pihak lain, konsumen yang setia akan memberi masukan baik itu berupa kritik maupun saran". 

Berangkat dari kata-kata tersebut diatas, marketers perlu belajar keras untuk mendapatkan kesetiaan dari konsumen maupun calon konsumen. Disinilah pentingnya peranan ilmu Public Relations. Melakukan pendekatan dengan cara-cara halus kepada konsumen, melalui stategi soft marketing dimana calon konsumen tidak akan melihat sosok anda sebagai seseorang yang bekerja di dunia pemasaran, tetapi sahabat. Seiring perkembangannya, public relations kini telah merambah sosial media sebagai lahan gerilya, secara ringkas silahkan baca tulisan saya yang berjudul: Sosial Media dan Pariwisata

Baca Juga: Komunikasi dan Politik

Nah, mungkin banyak yang tidak setuju, saya yakin akan banyak yang berkata "Itu pencitraan". Memang, strategi tersebut merupakan salah satu pencitraan positif yang memiliki manfaat baik bagi citra perusahaan dan juga citra sang marketers. Tetapi perlu diketahui bahwa citra adalah "apa yang keluar dari benak seseorang ketika sebuah label didendar atau dibaca, baik itu nama, perusahaan, atau julukan". Sedangkan pencitraan telah mendapat imbuhan pe- dan akhiran -an yang notabene identik dengan membentuk cara pandang publik dan kata pencitraan lebih cocok disematkan pada perusahaan/perseorangan yang dalam keadaan geting alias bernasalah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsep serta tujuan dari pemasaran citra dan pemasaran pencitraan itu sangatlah berbeda.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Sosial Media Dan Pariwisata

Sudah dapat dibayangkan bagaimana kompleksnya era digital, merebak hingga masuk ke hampir seluruh sisi kehidupan. Trend penggunaan dan pemanfaatan sosial media juga menghampiri dunia kepariwisataan, sebuah globalisasi yang bila tak diikuti akan dikata ndeso, sedangkan bila diikuti terkadang kita tidak bisa mengkontrol waktu. Terlepas dari itu, semua fenomena yang terjadi ditengah masyarakat memang menimbulkan sisi positif dan sisi negatif, dua sisi yang perlu kita bandingkan sehingga secara bijak dapat dimanfaatkan.

Pariwisata sebagai sebuah industri, sangat berkaitan erat dengan pemanfaatan IT (information and technology) untuk tujuan pemasaran dan Public Relations. Oleh karena itu pula muncul istilah-istilah Social Media Marketing dan Cyber Public Relations.

Pemanfaatan Social Media bagi Marketing dapat berupa promosi dan penjualan produk baik tangible maupun intangible, Sedangkan Sosial Media bagi Cyber Public Relations berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, media monitoring dan juga penanganan complaint (keluhan)

Positif Dan Negatif
Pemanfaatan sosial media sebagai sarana untuk Marketing dan Public Relations tentu saja mengandung sisi positif maupun negatif.
Sisi Negatif bagi Marketing akan pemakaian sosial media dalam hal pemasaran produk adalah banyaknya implusif buyer yang hanya sekilas bertanya. Sisi postifnya adalah pemasaran konfensional yang menghabiskan anggaran begitu besar dapat ditekan hanya dengan menggunakan sosial media.
Sisi Negatif bagi Public Relations adalah penanganan complaint (keluhan) dari konsumen dapat dilihat secara terbuka oleh orang lain sehingga berimbas kepada image dari perusahaan itu sendiri sedangkan sisi positinya adalah membentuk opini publik terhadap citra positif perusahaan akan semakin mudah, tentu saja dengan pengelolaan yang baik pula.

Ada banyak brand yang besar karena sosial media, namun tak sedikit juga brand yang besar menjadi tidak dipandang karena kelalaian didalam mengelola aktifitas mereka di sosial media. Oleh karena itu perlu adanya Standard Operational Procedure (SOP) dalam hal menjalankan aktifitas di Sosial Media baik bagi Marketing maupun Public Relations.

Antonius Naibaho


Rabu, 30 Juli 2014

Geo Wisata


Selamat pagi, apa kabar traveler?
Wish everything is ok.
Kali ini saya ingin berbagi tentang pengetahuan geowisata atau yang lebih dikenal dengan istilah geo tourism.Mungkin bagi sebagian anda yang menuntut ilmu di bidang geologi istilah geo bukanlah satria piningit. hehe. Anda pasti sudah jauh lebih tahu dari kami.

Seiring dengan laju perkembangan dunia kepariwisataan yang semakin meluas, kebutuhan dan minat wisatawan juga mengalami pergeseran. Tak ayal lagi, pola wisatawan mulai berubah dari area nyaman (comfort zone). 

Geo, secara harfiah berarti bumi sedangkan tourism adalah pariwisata. 
Jadi, geo wisata merupakan cara menikmati keindahan alam berupa kontur bumi, alam, batuan dan lainnya yang mana merupakan hasil proses dari pembentukannya secara geologi. Point utama geo tourism adalah pelestarian lingkungan, hal ini semakin dipandang sangat penting mengingat ekosistem dunia yang semakin rusak.

Nah, kalian pernah mendaki gunung? yap..!! itu merupakan salah satu dari geo wisata. Mungkin ada dari pembaca yang mengernyitkan dahi seraya berkata: "Kenapa istilah-istilah di dunia pariwisata terkesan semakin njelimet?" hehehe.
Jawabannya sederhana saja, Seiring dengan fenomena Tourism Responsibility yang menekankan pada tanggung jawab pengembangan pariwisata maka istilah-istilah pariwisata yang dulunya hanya terkesan see and enjoy mulai diubah untuk memberi efek kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (seperti yang tertuang di paragraf ke dua).

demikian dulu berbagi kali ini dan lain waktu akan disambung.
Salam :)

Minggu, 27 Juli 2014

Pesawat Delay


Baik, mungkin kalian pernah merasakan bagaimana menunggu di airport karena pesawat delay atau karena kepagian berangkat dari rumah. Oke.. saya juga merasakannya. Sakitnya tuh disini *nunjuk dengkul*. Dan saat saya mengetik artikel penting ini, saya sedang merasakannya.



Melalui penelitian bertahun-tahun atas konspirasi menyebalkan serta berkoalisi dengan kebosanan. Saya akhirnya merangkum beberapa hal yang harus dilakukan untuk melewati masa-masa sulit akibat di PHP-in sama maskapai penerbangan. Nah berikut cara keluar dari rasa bosan karena nunggu pesawat delay:

1. Cuci Mata
Angkat sejenak dagu anda, nikmati pemandangan sekitar dengan amat seksama dalam tempo yang selambat-lambatnya. Kalau anda wanita coba perhatikan para lelaki yang terlihat cakep, kalau anda lelaki coba perhatikan para wanita yang bening-bening, dan kalau anda belok silahkan perhatikan sosok-sosok yang sejenis. Tapi jangan kelamaan ngeliatnya, kan bisa berabe dikirain mau bertindak jahat. Untuk mengantisipasi itu coba langsung deketin dan ajak berkenalan dari hati ke hati. Kali aja jodoh... iya kan?

2. Maksimalkan Gadget
Punya smartphone atau gadget-gadget? ini mungkin menjadi salah satu cara bagi kamu mengusir rasa bosan hingga menjadi butiran debu. Mainkan game yang kamu sukai sampai batre lowbet. Atau boleh juga ngeliatan foto-foto jadul kamu dari versi alay hingga cap cay la, Atau boleh juga dengerin lagu dangdut, Atau stalking account sosial media sang mantan. Huahahaha.. :D
Nah kalau gadget kamu sudah lowbet efek kelamaan dipake, tinggal lempar aja ke tong sampah, gampangkan?

3. Baca Buku
Buku adalah jendela dunia, tapi jangan lupa pasang kunci biar nyamuk gak masuk rumah lewat jendelanya. Bagi kamu yang hobby baca atau pura-pura hobby baca biar dikatain jenius, ini mungkin senjata andalan kamu kalau lagi bener-bener bosen dimana saja termasuk di Airport. Buku yang recommended untuk menghilangkan jenuh di airport adalah buku kimia, fisika dan statistika. Dijamin deh kamu bakal bakal gak perlu ke salon lagi buat ngeritingin rambut.

4. Cari Penghasilan Tambahan
Nah, yang ini pada pasti tertarik, bukan? money is the king of all. 
Daripada enggak ngapa-ngapain nunggu pesawat yang delay, bagi kamu yang memang medewakan duit coba deh tips yang atu ini. Nyari duit!!. Sebelum kamu berangkat dari rumah, beli 2 kardus air minum mineral biasanya passenger banyak yang nyari minuman di airport, kamu boleh jual ke mereka. Atau boleh juga nyari uang dengan cara ngamen, international standard. Tapi kamu harus menjalin MoU dulu sama security bandara biar gak ketangkep sama satpol PP. :D

Nah, gitu dulu kali yak tips untuk menghilangkan rasa bosan saat di bandara. Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sebagai traveler, Salam koplak. :)


Kamis, 03 Juli 2014

Sekilas Tentang Pariwisata Medan

- banyak hal mengapa seseorang memiliki hobby berjalan-jalan namun tak sedikit juga yang berjalan-jalan tanpa tujuan. Ant'z -

Medan, ibukota dari Provinsi Sumatera Utara yang dulunya didirikan oleh Guru Patimpus, seorang keturunan etnis Karo. Kota terbesar ketiga di Indonesia ini tengah mengalami pertumbuhan pesat di segala bidang, mulai dari perekonomian, pendidikan dan tentu saja pariwisata. Kini kota nan hiruk pikuk mulai menjelma, metropolitan dan modernisasi.

"Untuk sebuah perjalanan, biarkan hatimu bergejolak, nikmati, dan jangan risaukan akan hal-hal yang membuatmu merasa tidak nyaman. Ant'z"

Untuk mencapai kota Medan, bagi kamu yang berada diluar dari provinsi tentu saja akan bertemu dengan bandara Kuala Namu International Airport, bandara termodern pertama di Indonesia yang berlokasi di kabupaten Deli Serdan. Perpindahan bandara dari Polonia ke Kuala Namu menyebabkan pendapatan daerah Medan berkurang dratis, lain halnya dengan kab Deli Serdang yang secara otomatis mengalami pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh kehadiran bandara ini. Pemerataan pembangunan sudah sepantasnya dilakukan di setiap daerah, tidak hanya terpusat di kota-kota besar saja, bukan? 

Medan beberapa kali mendapatkan predikat, meraih penghargaan Adipura. Salute!! :)
Namun sejenak perlu dipaparkan alasannya kenapa bisa? dari sudut mana? 

Pemeliharaan asset asset daerah yang layak dijadikan sebagai destinasi wisata banyak yang tidak terurus. Terurus namun tak optimal, Tak optimal hingga terabaikan begitu saja. Banyak bangunan bernilai historis kini beralih fungsi, memang iya diberdayakan tetapi pemberdayaan yang salah kaprah. tidak sesuai. 

"Segala sesuatu hal yang tidak ditempatkan atau tidak pada tempatnya dianggap gila atau kotor"

MICE industy, sebuah terobosan dan kekuatan baru di bidang kepariwisataan yang kini merupakan sektor Pariwisata yang amat layak dikembangkan di Medan. Namun sepertinya pemerintah daerah belum sanggup, Sederhana saja, saya punya pertanyaan: "Apa iya dinas pariwisata hanya mondar-mandir meminta retribusi, memberi surat izin?" tanpa berusaha sebagai motor penggerak? entahlah..
Pastinya untuk mengelola MICE Industry butuh tenaga dan SDM yang kompeten, untuk itu perlu sekali dinas terkait memberi sosialisasi kepada masyarakat, pelaku pariwisata, kawula muda untuk siap bergerak serta didalam mengembangkan Pariwisata MICE di kota Medan sehingga tak ada lagi yang berkata "Dinas Pariwisata Enggak Ada Kerja" atau mengutip sebagian curhatan kawan saya, seorang jurnalis. "lucu rasanya ketika ke kantor dinas pariwisata Medan, ketika mencari narasumber, pegawainya berkata: Lagi ngedekor di Lapangan Merdeka"

Kriminalitas adalah kekasihnya Perkembangan, seiring Medan semakin berkembang untuk menjadi the litle Asia tingkat kriminalitas juga semakin memuncak. Fakta yang paling menyedihkan adalah keberadaan Polisi Pariwisata. Bahkan satu kalipun saya tidak pernah melihat batang hidung mereka, sekalipun tidak. Atau memang tidak ada? jika jawabannya memang tidak ada ayo dong adakan,kalau jawabannya ada maka ayo dong diberdayakan karena untuk menjadi destinasi wisata, faktor keamanan menjadi point pertama untuk menaruh positioning safe destination dibenak wisatawan baik domestik maupun internasional :)

Tulisan ini itikadnya baik, bukan untuk menjatuhkan tetapi untuk mengubah paradigma kita (saya dan mereka yang benar benar setia untuk kota Medan).Karena yang puas belum tentu setia, bukan? :)

Antonius Naibaho Twitter www.twitter,com/Anthony_Riel
Pariwisata SUMUT Link www.twitter.com/pariwisataSUMUT

mungkin anda juga tertarik untuk membaca opini saya berikut:

Selasa, 24 Juni 2014

Parapat Hotel Patra Jasa


Sekian lama berkutat dengan pekerjaan ditambah seabrek aktifitas dan jadwal penelitian skripsi yang menjengahkan, akhirnya hobby coret-coret blog mulai merebak ke sanubari saya seperti anak kecil usia 23 tahun yang baru saja sembuh sakit kembali sehat, stimulated.

Beberapa waktu lalu, tuntutan pekerjaan mengharuskanku untuk melanjutkan rindu ke Tano Debata, Parapat. Kota kecil dengan hamparan air danau Toba yang dulu menjadi primadona pariwisata Indonesia di tahun 1968 hingga akhirnya mengalami peak position karena krisis moneter yang merenggut tingkat kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional. Efek “Travel Warning” akibat isu teroris juga menjadi penyebab, opini publik akan Indonesia telah terbentuk sedemikian rupa. Baiklah…. Mungkin perlu adanya pemerintah mengkontrol ketahanan negara tercinta, sedikit masukan untuk kemajuan. Amankan ormas-ormas garis keras!!.  Just it is…


Right, lets talk again about PARAPAT.
Bagi yang tinggal di luar Sumatera Utara, sudah pasti pernah dengar tentang danau Toba. Semasa SD dulu ketika belajar Ilmu Alam guru kelas kerap memberi pertanyaan “Apa Danau Terbesar Di Indonesia dan Asia Tenggara?”.

Horas Tano Batak…

Salah satu destinasi wisata di kawasan danau Toba adalah Parapat, kota kecil yang terletak di kabupaten Simalungun ini merupakan kaldera akibat meletusnya gunung Toba beberapa puluh ribu tahun silam. Letusan yang menyisakan surga, pesona alam memukau di Sumatera Utara.


Sebagai daerah tujuan wisata, Parapat kerap dijadikan sebagai lokasi liburan yang mengasyikkan bersama keluarga, handai taulan, sahabat, gank, cabe-cabean, terong-terongan dan lain sebagainya. Menyaksikan keunikan batu Gantung, bermain Banana Boat, Mengunjungi rumah pengasingan bung Karno, berbelanja merakyat di Tigaras, dan masih banyak lagi lainnya.

Di Parapat terdapat banyak hotel dan restaurant  mulai dari harga murah meriah hingga mahal menyilaukan. Namun satu hal yang menjadi panduan wajib saat traveling “COMFORT”. Bila anda nyaman di hotel murah kenapa harus memilih yang mahal, kalau di hotel mahal anda tidak nyaman mengapa tidak memilih hotel yang lebih murah?. OKE FIX, sedikit korelasi yang membingungkan sih, tapi kalian pada ngerti khan? :D



Hotel Patra Jasa, sebuah hotel dengan suguhan pemandangan danau Toba di kota Parapat bisa menjadi rekomendasi buat kamu semua bila tengah mencari akomodasi yang mengandung unsur C alias Comfort. Suasana danau Toba akan terasa lebih semarak bila anda menetapkan hati untuk menginap di hotel ini.

Patra Jasa Hotel terdiri dari restaurant, meeting room, kamar (room) dan lupa lagi. Harga kamar sesuai dengan room type, mulai dari standart room hingga superior room. Konsep mengangkat budaya batak dapat terlihat dengan seksama dalam tempo yang sepanjang-panjangnya, gelaran ulos diatas bed menjadi suguhan menarik, sehingga kerinduan akan tano Debata terlampiaskan sudah. 

Nah bagi anda yang ingin ke Parapat, sila coba hotel yang satu ini.. mana tau jodoh, iya kan? :)

Selasa, 17 Juni 2014

Be A Travel Blogger


Apa itu travel blogger?
Travel Blogger adalah mereka (traveler) yang menuliskan perjalanan wisata dan menuangkannya di media sosial: Blog, TUmblr, Wordpress, dll.
Menjadi seorang travel blogger itu asik, apalagi kalau dikerjakan dengan passion maka pada akhirnya akan menguntungkan, productive hobby :)
Nah untuk menjadi seorang travel blogger juga harus punya prinsip. Jadilah blogger yang menulis untuk pembaca dan bukan untuk google. Kenapa? kalau kita sudah terlalu fokus untuk mendapatkan SEO high rank maka otomatis banyak blogger yang tidak lagi menulis di blog dengan hati tetapi berkutat untuk menjadi seorang ahli SEO dengan memasang keyword dan metadata yang tidak relevan.

Nah, apa sih keuntungan menjadi seorang travel blogger?
Banyak sekali: 
1. Free Traveling
Kalau tulisanmu sudah berbobot dan dipandang potensial, maka akan banyak pengelola tempat wisata mengundang kamu, Artinya jalan-jalan gratis dimulai...!!

2. Earning money.
Sosial media saat ini menjadi salah satu media pemasaran yang kerap digunakan, cyber world faktanya telah berhasil memposisikan dirinya sebagai salah satu pekerjaan menarik, malah banyak orang bergantung hidup dengan memanfaatkan sosial media, buzzer misalnya. Menjadi seorang travel blogger adalah pekerjaan sekaligus hobby yang sangat menarik. Melalui blog kamu, akan muncul order dari hotel, restaurant, cafe dll yang ingin diriview, artinya kamu akan mendapat bayaran atas tulisan yang kamu buat.

3. Friendship
Sosial media juga tentu saja menjadi media bagi cyber user untuk saling berkenalan. Blog yang menyediakan space komentar otomatis menjadi sarana menambah teman dengan hobby yang sama. Berteman dengan mereka yang memiliki hobby yang sama tentu sangat bermanfaat: saling memberi saran, saling memberi informasi, dll. 

Bagaimana menjadi seorang travel blogger?
Gampang, kamu hanya perlu membuat blog baik itu yang berbayar maupun gratis. Selanjutnya isi blog kamu dengan tulisan-tulisan perjalanan wisata kamu. Unsur yang paling penting dalam sebuah tulisan adalah 5 W 1 H. 
What
Where
When
Who
Why
How

Nah, itu dulu sedikit tips bagaimana menjadi seorang travel blogger pemula, anyway... semoga kamu tertarik. :)


Kamis, 29 Mei 2014

2 Tahun Pariwisata Sumut

Thank God, It’s 2 Years
3 Juni 2012 – 3 Juni 2014


Tak terasa usia social media: Pariwisata SUMUT kini telah genap 2 tahun. Tergolong masih bayi dan merangkak untuk menjadi lebih baik kedepannya. Selama dua tahun tersebut berbagai macam suka duka hinggap dan merayap. Tetapi proses amatlah berharga, seperti kata orang kebanyakan.

Berawal dari niat tulus untuk mempromosikan Sumatera Utara dibidang Pariwisata, akhirnya berdirilah “Pariwisata SUMUT” yang dikelola secara independen kemudian dikembangkan lagi di sosial media lainnya yakni 2 buah facebook fanpage: Pariwisata SUMUT dan Pariwisata Sumatera Utara, akun Instagram pariwisata_sumut, akun tumblr www.pariwisatasumut.tumblr.com, youtube account pariwisataSUMUT dan website yang masih dalam tahap penggodokan.

Selama dua tahun tersebut, surga-surga tersembunyi dari Sumatera Utara tanah kelahiran kita: aku dan kamu yang tidak diketahui oleh masyarakat banyak mulai terpublish. Rasa cinta terhadap Indonesia, secara semakin bertambah disetiap perjalanan menyusuri sejuta manikam pariwisata Sumatera Utara. Inci demi inci, segala hal yang bersangkut paut dengan dunia kepariwisataan seperti budaya, heritage, kuliner, alam, destinasi dan tempat wisata, UKM, MICE dan pengetahuan tentang kepariwisataan menjadi content pokok disetiap topik ulasan @pariwisataSUMUT.

Explore and Learning merupakan bagian dari month program untuk lebih mengenal tentang Sumatera Utara sesuai dengan visi dan misi @pariwisataSUMUT.

Program melakukan kegiatan/aksi sosial berkaitan dengan kelestarian lingkungan, pendidikan dan kunjungan wisata akan tetap kami lakukan atas ridho dari sang pencipta, semoga terwujud.

Melalui tulisan ini saya secara pribadi selaku founder ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami secara independen (tidak terikat dengan pemerintah) melakukan gerakan promosi sosial media tentang pariwisata Sumatera Utara. Terimakasih banyak kepada @kulinerMedan, @WakjonMedan, @indtravel, @backpackermedan dan semua insan yang ikut serta didalam mempromosikan akun @pariwisataSUMUT. Terimakasih banyak kepada travel agent, tourism community dan hotel-hotel yang telah bermitra dengan @pariwisataSUMUT

Terimakasih banyak kepada keluarga besar Komunitas Traveling Medan yang tersebar hampir diseluruh Indonesia, atas self promote yang kalian lakukan. you guys…rock!!

Terimakasih banyak kepada seluruh follower baik di twitter account, tumblr, dan instagram serta yang sudah memberikan jempol di facebook fanpage. Tanpa kalian tujuan untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Utara tidak akan pernah terwujud.


Terimakasih banyak juga kepada media-media seperti radio dan mass media baik cetak maupun online yang sedikit banyak telah mengundang/meliput kegiatan explore dan promosi yang selalu dilakukan oleh @pariwisataSUMUT bersama dengan komunitas @travelingMEDAN.

Selasa, 13 Mei 2014

Hubungan Pariwisata Dan Budaya

Pariwisata sebagai industri kreatif perlu menstimuli wisatawan melalui kebudayaan dan kearifan lokal. Hal ini mengacu pada minat dari wisatawan itu sendiri terlebih mereka yang berasal dari luar negeri (wisatawan mancanegara). 

Hubungan pariwisata dan budaya tak bisa dipisahkan begitu saja, ada beberapa hal yang menjadi poin penting mengapa hal tersebut bisa terjadi:



1. Identitas
Kebudayaan mengandung cipta, rasa dan karsa yang sesungguhnya menjadi nilai khusus, memberikan efek daya tarik bagi setiap pengunjung. Rata - rata pengunjung mancanegara tertarik berkunjung ke suatu daerah karena mereka menganggap budaya di tempat yang akan mereka kunjungi berbeda dengan budaya yang mereka miliki. Kebudayaan sebagai identitas dimana melalui kebudayaan seseorang dapat dikenal lewat instrument yang ia tunjukkan seperti gaya hidup, bahasa, perilaku, adat-istiadat, dll. Misalnya kebiasaan wanita etnis karo yang kerap terlihat menyelipkan sugi berbentuk bulat besar dibibir mereka

2. Ciri Khas
Seseorang akan menganggap suatu budaya itu unik bila budaya yang ia miliki berbeda , tak diketahui, dan tak sama dengan budaya yang ia miliki. Melekatnya ciri khas terhadap suatu suku bangsa/etnis tertentu akan menjadi value added yang menjadi bahan pertimbangan bagi seseorang untuk berkunjung ke suatu daerah. Sebagai contoh: Upacara Mangokkal Holi pada sebagian besar masyarakat batak.

3. Norma
Norma, aturan tak tertulis namun mengikat pada suatu kelompok masyarakat tertentu. Aturan dalam kebudayaan suatu daerah tak jarang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung. Sebagai contoh suku Nias di Sumatera Utara yang terkenal dengan upacara Hombo Batu (Lompat Batu). Ritual ini diadakan sebagai patokan bagi pria Nias untuk menentukan apakah ia dianggap sudah dewasa atau tidak.

Acapkali kita menganggap budaya yang kita miliki tidak lebih baik dari budaya orang asing. Munculnya rasa malu akan budaya tradisional sendiri merupakan momok yang sangat menakutkan. Sikap penolakan tersebut berbentur pada eksistensi budaya itu sendiri. 

Rabu, 02 April 2014

Komunikasi Pariwisata

Sebagai seorang tamatan Pariwisata dan tengah menduduki bangku pendidikan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi public relations, saya sedikit gundah dengan sedikitnya buku yang khusus mengkaji tentang Komunikasi Pariwisata. Fakta bahwa Pariwisata sangatlah berperan bagi perekonomian Indonesia sepertinya tidak mampu menarik pakar dan ahli komunikasi untuk mendalami Pariwisata lebih dalam.
 
Komunikasi Pariwisata memiliki pengertian terbatas, "Komunikasi Pariwisata adalah proses penyampaian informasi baik secara langsung (direct) maupun secara tidak langsung (indirect) dari komunikator kepada komunikan dengan menekankan informasi atau pesan pariwisata kepada komunikan"
 
Elemen Komunikasi Pariwisata
- Komunikator : Orang atau lembaga yang memberikan informasi berisikan tentang Pariwisata.
- Pesan             : Inti dari komunikasi Pariwisata, dimana pesan yang disalurkan berkaitan dengan pariwisata
- Komunikan   : Orang atau lembaga yang menerima informasi berisikan tentang Pariwisata
 
Strategi Komunikasi Pariwisata
Bila berbicara tentang strategi, maka hal pertama yang harus anda tetapkan adalah tujuan. Demikian juga dengan strategi Komunikasi Pariwisata, hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan dari komunikator kepada komunikan. Meskipun sudah tidak bisa ditutupi lagi bahwa tujuan dari industri pariwisata adalah mendapatkan profit, namun masih banyak pelaku industri pariwisata tidak mampu mengelola komunikasi secara baik.
Strategi utama komunikasi pariwisata adalah Ajakan (Persuasi) karena pada prinsip dasar pariwisata menekankan pada produk berupa goods and services, dimana service merupakan komponen yang sangat penting dan berkaitan langsung terhadap komunikasi. Persuasi, kerap digunakan oleh komunikator dalam aktifitasnya seperti marketing, corporate relationship, publication, dll.
 
Hotel Industry
Industri perhotelan merupakan industri pariwisata terbesar, hal ini berkaitan erat dengan jumlah management dan hotelier yang jauh lebih banyak dari industri pariwisata lainnya. Apalagi dengan berkembangnya MICE (Meeting, Intensive, Convention dan Exhibition) yang dapat dijadikan sebagai lahan komersil bagi industri perhotelan sehingga dibutuhkan SDM yang lebih banyak lagi dari berbagai displin ilmu.
Departemen Hotel yang berkaitan erat dengan Komunikasi Pariwisata:
- Front Office Department
- Marketing Department
- Public Relations Department
- House Keeping Department
- Food And Beverage Department
- Entertainment Department
 
Travel Industry
Industri Perjalanan adalah lahan paling luas bagi pariwisata, kemampuan komunikasi pelaku travel Industry sebenarnya dituntut lebih baik daripada Hotelier meski pada kenyataanya berbanding terbalik. Kemampuan komunikasi yang baik seolah hanya penting bagi guide (pemandu wisata).
 

Senin, 17 Maret 2014

Dampak Pesawat Malaysia Airlines terhadap Industri Pariwisata

Antonius Naibaho

Seperti sebuah bom, kejadian tak terduga dan tak bertemu ujung tengah melanda negeri seberang. Pesawat Malaysia Airlines MH 370 hilang tanpa jejak. Berhembus berbagai macam isu mulai dari dugaan human error (kelalaian) hingga teroris. Media tengah menggiring negara menara kembar masuk ke zona merah. Bantuan dari beberapa negara sepertinya semakin memperuncing suasana, tujuannya sama untuk menemukan jejak namun sangat disayangkan, Malaysia sepertinya terlalu menutup diri.

Sebagai salah satu negara terkemuka di Asia Tenggara, sektor penghasil devisa bagi negara, pariwisata adalah lahan industri yang bertumbuh dan berkembang begitu pesat di negara Malaysia. Tourism Malaysia “The Truly Asia” kini mengalami krisis yang amat  besar. Usaha Malaysia untuk tetap mempertahankan image sudah diambang kegagalan. Strategi mempertahan citra dalam kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines terbukti gagal.

Sedikit demi sedikit media nasional dan internasional mulai membuka sisi negatif Malaysia. Mata dunia tengah mengawasi negara yang berbatasan dengan semenanjung Melaka.

TV One mengabarkan bahwa pesawat yang hilang tersebut pernah mengalami kerusakan sebelumnya. Selain itu salah satu media terbesar di Indonesia ini juga memaparkan bagaimana besarnya kerugian yang harus ditanggung oleh pemerintah Malaysia untuk pembiayaan operasional Malaysia Airlines. Hal ini berakibat pada krisis kepercayaan dunia akan keamanan flight transportasi milik negara tersebut. Jauh kedepan, Malaysia Airlines akan menambah kerugian akibat pemberitaan media yang meruntuhkan citra yang baru saja terpublish.

Kesan “Menutup Diri” menyebakan Malaysia dianggap tidak kompromi dalam upaya menemukan kapal. Negara-negara yang berinisiatif membantu pencarian pesawat yang hilang perlahan mulai jengah akan sikap pemerintah Malaysia hingga akhirnya beberapa negara tersebut mencari sendiri pesawat Malaysia Airlines sesuai dengan data yang mereka miliki. Hal itu menjungkirbalikkan persepsi dunia, dampaknya berpengaruh kepada asumsi bahwa negara dengan brand MH=Malaysia Hospitality (Keramahtamahan Malaysia) jauh dari informasi yang mereka dapat sebelumnya bahwa Malaysia adalah negara terbuka yang menekankan aspek keramahtamahan.

Adanya isu “Teroris” yang memboikot pesawat Malaysia terdengar lebih mengancam bagi industry pariwisata. Sedikit mengingat, kasus teroris di Indonesia terbukti mampu melumpuhkan minat kunjungan wisatawan, anda ingat tragedy bom Bal?. Kejadian tersebut menyebabkan Bali dianggap tidak aman untuk destinasi wisata, beberapa negara di dunia sempat mengibarkan bendera larangan untuk warganya berkunjung ke Indonesia sesaat setelah kejadian terjadi. Anda bayangkan saja bagaimana jadinya Tourism Malaysia bila isu “teroris” tersebut terbukti benar adanya.

Intinya adalah, gerilya negara Malaysia didalam mempertahankan image sebagai the truly asia perlahan-lahan akan memudar akibat sikap dari pemerintahnya sendiri. Amat disayangkan sekali karena bukanlah perkara gampang untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dunia dan citra akibat isu/berita internasional.  

 

Sabtu, 15 Maret 2014

Pariwisata, Saatnya Intropeksi Diri


Beberapa tahun terakhir semenjak Maria Eka Pangestu menjabat sebagai nomor satu di kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif, Indonesia semakin populer sebagai destinasi wisata di Asia.  Berbagai cara dilakukan oleh kemenparekraf demi menstimulasi kemajuan pariwisata Indonesia, salah satunya melalui MICE Industry yang merupakan lahan potensial pariwisata saat ini. Berbagai event bertaraf nasional dan internasional serta stragegi media direct dan media indirect  mengantarkan “Wonderful Indonesia” semakin menempati benak dunia. Namun tidak hanya itu saja. Peran pelaku sosial media, komunitas, dan lembaga independen yang berjibaku membranding Indonesia sebagai kawasan wisata secara tidak langsung juga turut menunjang promosi dan publikasi negara tercinta.

Positioning dan stigma pariwisata “Indonesia” adalah “Bali” kini mulai tergeser sejalan dengan gencarnya promosi daerah tujuan wisata lainnya.  Pelaku sosial media seperti travel blogger berusaha mengangkat citra daerahnya masing-masing tanpa mengharapkan imbalan. Hal hal yang potensial seperti keunikan budaya dan objek wisata diulas secara detil.
Sedihnya popularitas itu seolah tidak sejalan dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang ditemukan dibeberapa lokasi wisata daerah yang masih sangat minim. ditambah lagi retribusi untuk  oknum tak bertanggungjawab, “preman setempat” yang kerap meminta uang keamanan.Kedua hal tersebut semakin memuncak dengan karakter pelaku pariwisata.

Otonomi daerah sepertinya menjadi buah simalakama, ketika segala sesuatu diatur dan dikelola oleh pemerintah daerah. Istilah ‘yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin’ terlihat semakin merajai. Ketidakmampuan dan ketidaksiapan pemerintah daerah tentu berdampak pada kemajuan dan laju perkembangan pariwisata yang terlihat “disitu-situ aja”.  Hingga istilah tempat wisata tidak berubah menjadi destinasi wisata bahkan secara perlahan mulai terlupakan dan berakhir pada peak positioning, surga tak terjamah.

Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang travel consultant dari Jakarta. Ia tengah menyambangi kota terbesar ketiga di Indonesia dimana saya tinggal yakni Medan. Setelah mengunjungi beberapa trade mark ibukota provinsi Sumatera Utara kami singgah disebuah café melepas penat dan berbagi cerita. Sebelumnya saya ingin menjelaskan bahwa ia merupakan salah satu orang yang resign dari jabatan sebagai PNS karena memilih untuk berwirausaha. Disela-sela perbincangan ia mengeluh akan susahnya mencapai beberapa destinasi wisata di Sumut, lain lagi dengan sikap pelaku pariwisata itu sendiri yang terkesan acuh tak peduli.

“This is hospitality” Ujarnya seraya menggoreskan huruf “X” diatas lembaran kertas bertuliskan objek wisata yang telah dikunjungi.
Dan pasti anda tahu apa yang kelak terjadi bila tulisannya telah terpublish.

Lantas siapa yang harus disalahkan?

Jawaban untuk pertanyaan saya diatas adalah: tak ada yang salah dan tak ada yang benar. Pemerintah, pelaku pariwisata dan masyarakat seyogianya bersinergi untuk memajukan pariwisata sehingga menghasilkan strength output, inilah kekuatan yang sesungguhnya. Tourism Malaysia adalah salah satu contoh nyata begitu besar pengaruh dari sinergitas, Tourism Malaysia merupakan lembaga yang didukung oleh pemerintah, para pelaku industri pariwisata dan masyarakat untuk mempromosikan negara jiran tersebut. “the truly asia” berhasil membentuk persepsi dunia bahwa segala sesuatu hal yang bersangkut paut dengan negara negara di Asia dapat disaksikan di Malaysia, best positioning, right?
Lantas bagaimana dengan kita?

Keindahan Indonesia yang begitu eksotis dengan pesona sejuta manikam panorama alam dan keunikan budaya yang tentunya “milik” kita membutuhkan kerjasama untuk saling bahu membahu membangun sektor pariwisata agar sejajar bahkan melebihi negara lain. Pola saling menyalahkan sudah tidak zaman lagi dan sungguh pantas untuk ditinggalkan.