Tampilkan postingan dengan label PARIWISATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PARIWISATA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2015

Main-Main Ke Bukit Botak


Bukit Botak terletak di Bandar Baru, memakan waktu sekitar 1,5 jam dari Kota Medan dengan menggunakan transportasi darat dan 2 jam pendakian dihitung dari simpang menuju bukit. Sebagai tempat wisata yang baru booming, Bukit Botak masih jarang dikunjungi oleh wisatawan. Keberadaan Bukit Botak menambah khasanah Pariwisata Deli Serdang.

Setelah sempat beberapa kali gagal landas, niat untuk menapakkan kaki di Bukit Botak akhirnya tercapai juga. Kadang bingung sebenernya alasannya apa, tapi ya gitu sih, intinya beberapa kali enggak bisa ikutan jejalan bareng Traveling Medan Comm. So sad!!

Perjalanan kali ini cukup menggiurkan, bagaimana tidak?. Rombongan trip banyak yang masih belum kenal dengan gunung, padahal mereka wanita, sedihnya disitu bahagianya lebih banyak tapi. Kenava? Mereka kaum yang harus dilindungi oleh para pria memiliki tekad sekuat baja dan sedalam samudera. Meski melewati jalan yang kupak-kapik, lumpur berwarna coklat dan mulut yang tak henti berguman “I am so tired” akhirnya kami tiba diatas Bukit. But I wanna add some information, jadi… gak cuma Bukit Botak, tapi ada juga SungaiDua Rasa dan Air Terjun Sampuren Putih disekitar daerah ini, wait another article yeah hunny *emotcipok*. Thank lord, hujan turun dan mau tidak mau mau mau kami harus memasang tenda secepat mungkin. Ada niat sih sebenernya untuk manjat ajah di pohon tetapi sebagai seorang yang peduli (etseh) akan keberadaan wanita-wanita cantik yang kami bawa dan menunjukkan bahwa kami adalah anak-anak yang selalu teriak "Salam Lestari", akhirnya kami menurunkan ego dan menaikkan tenda tempat mereka berteduh dan tiduran. Hujan melengkapi kesyahduan tatkala tenda sudah terpasang begitu rapi. Imutnya lagi adalah hujan reda tepat setelah tenda selesai terpasang. Bagaimana kami harus menutupi keimutan itu? biarlah, hanya pak polisi yang menilang warga.


Berbekal makanan mewah, dinner time kami lakukan ala kadarnya. You got what I mean, right?. Dengan perut kenyang tibalah saat dimana aksi bully-membully dijalankan (not to be imitated). We made it only for fun purpose, enggak lebih dan enggak kurang, kalau kamu ndak percaya monggo ambil timbangan. Puas mengorbankan satu dengan yang lain sebagai bahan bully, kita memutuskan untuk memandang langit yang begitu amazing di malam hari. Hallo Pariwisata Sumatera Utara, kamu benar-benar menggoda. Nun jauh disana terlihat lampu berkelap-kelip, nun semakin jauh disana ada juga lampu-lampu menari-nari. Hei…..!! itu Kuala Namu International Airport, a way to explore North SumatraTourism.

Romantic moment, yap beneran!! Suer ane tidak bohong kedan!. Tapi berhubung status jomblo masih mewarnai dunia relationship. I gotta take a lil bit longer to wait them (the group) for having date. Bahagianya disitu, walaupun pada bawa pasangan mereka itu masih aja gitu peduli sama saya. HIKZ…!!

Waktu berlalu dan cepat menguntai waktu (thank teteh Rosa). Pagi pun hinggap dipelupuh mentari. We’re waiting for sunset, an habit as adventurer, gitu. Agak ragu juga sih sebenernya ini sunset bakal datang atau kita harus datang lagi ke Bukit Botak biar bisa nyaksiin moment-moment saat matahari dipuja serta dipuji. “Kok mikirnya gitu sih, Anton?”. Bagaimana tidak, awannya pagi-pagi udah keliling aja, pawai.

Yah walaupun akhirnya jadi kenyataan, sunrise gak bisa keliatan dan kita harus pulang karena apartement menunggu kehadiran pangeran. 09.00 we decided to go back, Medan’s waiting us. UhYEAh. 

Minggu, 13 April 2014

Desa Wisata Di Sumatera Utara

Pemberdayaan desa sebagai tempat wisata kian berkembang, hal ini bertujuan untuk mengubah wajah dari desa agar terangkat dari sisi pariwisata ekonomi. Di Indonesia sudah terdapat banyak sekali desa wisata yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Untuk menjadi sebuah desa wisata, ada banyak hal yang menjadi patokan dasar diantaranya adalah aksesibilitas. sarana, prasarana dan fasilitas.
 
Desa Wisata Sumatera Utara
 
Secara umum, desa wisata di provinsi Sumatera Utara berada di kantung-kantung lokasi pariwisata yang memiliki daya tarik memikat dalam hal kebudayaan dan panorama. Ada 4 desa wisata di Sumatera Utara yang tersebar di kabupaten Samosir dan kabupaten Tanah Karo.
 
 
Desa Wisata Tuktuk
Tuktuk siadong sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata di Kabupaten Samosir. Letaknya yang strategis dengan dikelilingi Danau Toba ditambah saratnya kebudayaan batak di desa ini merupakan daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun internasional. Pada tahun 1990 Desa Wisata Tuktuk tak pernah sepi baik siang maupun malam namun isu teroris, kurangnya pengetahuan pelaku pariwisata dan masyarakat setempat akan hospitality serta keadaan danau Toba menjadi pemicu berkurangnya minat berkunjung wisatawan dari tahun ke tahun. Tuktuk dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan Festival Danau Toba 2013 silam.
Di desa wisata Tuktuk Siadong anda dapat menyaksikan keindahan panorama Danau Toba, bermain jet sky, berenang, dan juga memancing. Mengenai kebudayaan Batak anda juga dapat menyaksikannya secara langsung disini seperti aktifitas menenun ulos, pembuatan kerajinan tradisional batak, opera batak, dan juga hiburan bernuansa batak di café-café yang dapat anda temukan disepanjang jalan desa Tuktuk. Untuk mengetahu hal-hal menarik lainnya di Tuktuk silahkan baca artikel saya yang sebelumnya, klik Tuktuk Siadong Samosir
 
 

Desa Wisata Dokan
Desa Wisata Dokan terletak di kabupaten Tanah Karo. Desa wisata ini kerap juga disebut sebagai desa budaya Dokan. Hal ini berkaitan dengan suguhan budaya karo yang terlihat baik dari pola kehidupan, adat istiadat, kerajinan tangan, rumah adat, dan masih banyak lagi lainnya. salah satu hal yang paling menarik adalah sambutan hangat yang akan anda dapatkan ketika sudah sampai di gerbang desa wisata ini. Kabupaten karo terkenal dengan komoditas sayur dan buah yang bahkan sudah di import hingga ke luar negeri, begitu juga bila anda tengah berkunjung ke desa wisata Dokan maka tidaklah susah mencari aneka buah-buahan seperti jeruk. Untuk selengkapnya silahkan baca di Ayo Berwisata Budaya Karo ke Desa Dokan
 

Desa Wisata Jangga
Jangga Village, diatas pulau Samosir yang merupakan kaldera dari letusan gunung Toba pada 740.000 tahun silam berdiri sebuah desa wisata bernama Jangga. Bila dibandingkan dengan Tuktuk Siadong, desa wisata Jangga memiliki ciri-ciri khas tersendiri. Tuktuk Siadong lebih mengandalkan danau Toba sebagai daya tarik sedangkan desa Jangga menyuguhkan kekayaan budaya batak yang kental seperti zaman dahulu kala. Kegiatan yang paling menarik di desa wisata Jangga adalah melihat prosesi atau ritual adat ditengah-tengah masyarakat Batak. Selain itu melihat rumah-rumah adat besar menjulang tinggi yang dinamai Jabu Bolon berusia tua dan didalamnya terdapat berbagai peninggalan sejarah berkaitan dengan budaya Batak Toba.