Jumat, 27 Desember 2013

Barus Kota Tertua Nan Memikat

Pasar Terapung Di Barus


Kota Barus adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Indonesia. Kota Barus sebagai kota Emporium dan pusat peradaban pada abad 1 – 17 M, dan disebut juga dengan nama lain, yaitu Fansur. Kecamatan Barus berada di Pantai Barat Sumatera dengan ketinggian antara 0 – 3 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Barus terletak pada Koordinat 02° 02’05” - 02° 09’29” Lintang Utara, 98° 17’18” - 98° 23’28” Bujur Timur. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Andam Dewi, sebelah Selatan dengan Kecamatan Sosorgadong, sebelah Timur dengan Kecamatan Barus Utara, sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia-edited: Elmanani Simamora.

Pantai Barus
Sunset Di Pantai Barus
Pada masa lalu Kapur Barus dan rempah-rempah merupakan salah satu komoditas perdagangan yang sangat berharga dari daerah ini dan diperdagangkan sampai ke Arab, dan Parsia. Kapur Barus sangat harum dan menjadi bahan utama dalam pengobatan di daerah Arab dan Persia. Kehebatan kapur ini pun menjalar ke seluruh dunia dan mengakibatkan dia diburu dan mengakibatkan harganya semakin tinggi. Eksplorasi yang berlebihan dari kapur barus ini mengakibatkan tidak ada lagi regenerasi dari pohon yang berusia lama ini. Saat ini sangat susah menemui pohon kapur barus, kalaupun ada umurnya masih belum mencapai usia memproduksi bubuk yang ada di tengah batang pohon.

Barus kota tua, menjadi salah satu tujuan wisata bagi para peneliti arkeologi islam, baik dari dalam negeri dan dari luar negeri, khususnya di Lobu Tua dimana peneliti Prancis dan Indonesia melakukan eksplorasi arkeologi. Saat ini kita dapat melihat peninggalan sejarah Islam di Barus, yaitu dengan adanya makam Papan Tenggi dan makam Mahligai.

Makam Tua di Barus
Daerah Barus sekitarnya ditinjau dari segala aspek mempunyai potensi yang sangat besar terutama potensi pariwisatanya. Sektor pariwisata bahari dan keindahan alam lainnya. Hal ini didukung dengan kondisi alam dan masyarakat Barus yang ramah
tamah serta banyak objek wisata yang tersebar diwilayahnya. Objek wisata pantai adalah merupakan primadona tersendiri yang dimiliki Barus. Disamping itu Kecamatan Barus juga memiliki objek wisata sejarah berupa Benteng Portugis dan makam-makam kuno yang merupakan makam para penyebar agama Islam tempo dulu. Makam yang terkenal adalah Makam Mahligai dan Papan Tinggi. Sayangnya potensi wisata di Kecamatan Barus belum betul-betul dimanfaatkan menjadi daerah tujuan wisata sehingga banyak yang terlantar belum dikelolah sebagaimana mestinya.

Untuk mendukung para wisatawan yang akan berkunjung ke Barus, maka pelancong dapat menggunakan pesawat udara dari Jakarta ke kota Medan, dari Medan dapat menggunakan angkutan darat langsung menuju Barus. Bus yang melayani trayek Medan-Barus di antaranya CV SAMPRI yang beralamat Jl. Jamin Ginting Medan arah ke Brastagi. Atau menggunakan pesawat udara ke Sibolga lewat Bandara Pinangsori, selama 30 menit, dari Sibolga membutuhkan 2.5 jam perjalanan lagi menuju Barus. Tujuan ke Barus dapat juga menggunakan travel minibus dari Medan menuju Sibolga selama 7-8 jam. Angkutan yang melayani Medan-Sibolga banyak di antaranya CV Simpati,CV Sibuluan Indah beralamat Jl. SM.Raja Medan. Sekarang sudah ada jasa travel jenis kijang kapsul dari Medan menuju Barus yakni CV. Barus Indah sebagai pelopor jasa transportasi darat pertama yang menggunakan armada mobil Kijang Kapsul yang berkantor di belakang Stadion Teladan MEdan dengan Dirut Mr. H. Syafron Jamil Siregar, ST, kemudian disusul oleh Aulia Travel, Inda Taxi dan CV. Putra Barus Travel yang beralamat di Jl. pancing no. 231 A depan kantor gubernur lama kota Medan.(editor KF. Pardosi).

Bagi yang mempunyai kenderaan pribadi untuk berkunjung ke Barus melalui jalan darat ; Dari Medan – Parapat – Balige - Siborong-borong – Dolok Sanggul – Barus atau Medan – Brastagi – Kabanjahe – Sidikalang – Dolok Sanggul – Barus. Dapat juga melalui rute Medan – Parapat – Balige - Tarutung – Sibolga - Barus

Paket Wisata Pulau Murshala


Pulau Murshala adalah salah satu keindahan mempesona di kabupaten Tapanuli Tengah yang beribukotakan Pandan. Di pulau ini pernah diadakan syuting film international berjudul "Kingkong" dan tidak berhenti disitu saja, pulau ini kembali dijadikan lokasi syuting film berjudul "Murshala"

Keindahan pulau ini karena adanya air terjun yang langsung jatuh kelaut ditambah kekayaan terumbu karang dan pemandangan bawah laut yang masih terjaga dengan baik. Selain itu terdapat pula beberapa pulau-pulau kecil yang memikat disekitar pulau Murshala.

Melalui paket wisata Pulau Murshala kami mengajak anda untuk menelusuri sejuta manikam bahari Tapanuli Tengah dengan biaya Rp. 650.000 / Orang (berangkat dari Medan)

Fasilitas:
- Penginapan
- Transportasi
- Kapal
- Peralatan Snorkling
- Asuransi
- Makan
- Fotografi
- Guide
dll

Bila anda tertarik silahkan hubungi 
Traveling Medan Comm
Jalan Sembada Bahagia IX
Cp: 085658080343 
twitter @pariwisataSUMUT dan @travelingMEDAN

Wisata Alam Simolap Marike

Bunga Raflesia Di Gunung Leuser

Wisata Alam Simolap Marike adalah nama yang ditetapkan untuk memperjelas sebutan pada batas kawasan pengembangan Desa Model Konservasi yang dikembangkan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Lokasi kawasan wisata alam Simolap berada di Dusun I Kinangkong Kelurahan Kuta Gajah Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat Sumatera Utara dan secara geografis letaknya tepat berada pada N 03º24’58.8” dan E 098 º12’46.2”. 

Aksesibilitas menuju Wisata Alam Simolap Marike bila daro medan dapat ditempuh dengan menggunakan moda transportasi roda dua dan roda empat. Bisa juga menggunakan angkutan umum regular di terminal Pinang Baris atau kendaraan pribadi menuju Marike. Menempuh jarak sekitar 47 km dari kota Binjai dan 75 km dari kota Medan. 

Gunung Leuser

Perjalanan yang sangat menantang, hal  ini karena kondisi jalan tanah keras yang dapat dilelaui kendaraan roda empat dan turun di Dusun I Kinangkong. Perjalanan menuju Simolap Marike dilanjutkan dengan berjalan kaki melintasi jalan yang setapak sejauh 2,5 km. Namun bagi anda yang memeiliki kenderaan, perjalanan akan mudah dilalui dengan mengendarai sepeda motor. 

Desa Kuta Gajah sebagai desa sentra pengembangan wisata alam Simolap secara posisi berlokasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sei Wampu yang kerapdigunakan sebagai lokasi arung jeram (rafting). Wilayah pengembangan utama terletak di dusun Kinangkong, diantara sungai Wampu dan Murak.


Air Panas Sei Murak

Bila ditinjau secara kependudukan demografis dan kebudayaan, wilayah ini didominasi oleh suku karo dan sebahagian suku Jawa yang tinggal disekitar perkebunan. Flora tropis, didominasi oleh berbagai jenis Dipterocarpaceae, dan hutan primer tumbuhan campuran dari berbagai famili lainnya. 

Wilayah Marike merupakan habitat dari fauna yakni mamalia, burung, reptil, ampibi, ikan, dan invertebrata. . Diprediksi terdapat 36 jenis burung endemik Sundaland yang dapat ditemukan di kawasan ini. Dari keseluruhan 129 spesies mamalia besar dan kecil di seluruh Sumatera, 65% di antaranya berada di kawasan ini. 

Selain itu potensi Air panas, air terjun, Gua, “ blang “, bentukan alam dan terdapatnya kawasan enclave (perkampungan tradisional) didalam kawasan menjadi suatu pengalaman yang menarik yang dapat dinikmati oleh wisatawan. 

Pada tahun 2009 telah dibentuk dan dikembangkan Lembaga Pariwisata Simolap Lestari (LPSL), sebagai mitra lokal pemerintah untuk mengembangkan daerah wisata ini. 
 Di lokasi ini terdapat 
1. Objek air panas sei Murak
2. Gua gelap – gua terang
3. Air terjun sampuran Ganjang.

Gua Gelap Gua Terang
 Objek air panas berupa alur sungai. Sedangkan objek gua memiliki beberapa lorong untuk masuk dan lokasi air terjun Sampuran Ganjang dekat dengan pintu masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 7 hingga 15 m yang jatuh dan kemudian mengalir ke dalam gua. 

Objek wisata alam ini biasanya dijadikan tempat rekreasi bagi masyarakat dan karyawan perkebunan PTPN II yang menyukai wisata alam. Tersedia fasilitas pancuran pemandian air panas alami dan penginapan yang sangat sederhana. Pengunjung masih terbatas pada wisatawan lokal khususnya masyarakat setempat, pelajar dan karyawan perkebunan. Kalaupun ada pengunjung yang ingin bermalam biasanya telah membawa tenda sendiri. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa trekking, rekreasi sungai, berkemah di dalam hutan, mandi air panas alami, mempelajari peninggalan budaya, menikmati panorama hutan hujan tropis dan atraksi satwa.

Kamis, 26 Desember 2013

Situs Kota Cina Medan Marelan



Sejarah
Situs Kota China di Medan Marelan telah diketahui sejak tahun 1970-an, namun jejak sejarahnya mulai terkuak sejak ditemukanya sebuah arca kuno tepatnya pada saat adanya penggalian tanah menggunakan alat berat untuk penimbunan pembangunan jalan tol Belmera (Belawan, Medan dan Tanjungmorawa) pada tahun 1986 silam.

Terkuburnya jejak sejarah Kota China, yang hingga kini belum habis tergali adalah kerajaan yang makmur dan terdapat pelabuhan laut (bandar) internasional yang dihuni para imigran asal Tiongkok. Pada umumnya, bangsa China datang dengan latar belakang keinginan untuk mencari peruntungan hidup lebih baik dari tempat asalnya, dengan melakukan bisnis perdagangan.


Di bandar tertua, diperkirakan pada masa Dinasti Sung, Kota China yang berada di sebelah utara Kota Medan ini, mengalami kejayaan. Kawasan daratan dan pantai dihuni imigran dari negeri Tiongkok, dengan pelabuhan rakyat serta jalur perdagangan tersibuk. Transaksi perdagangan seperti tembikar, guci, keramik, rempah-rempah dan termasuk patung (arca) berlanggam Chola atau India Selatan diperjual belikan.

Tidak hanya niaga, tapi dibandar tertua di Medan ini juga berlangsung beragam aktivitas budaya. Bukti dari sejarah pelabuhan ini diketahui, setelah adanya penemuan kayu rangka dari bangkai kapal.”Untuk penemuan kayu sisa dari rangka kapal ditemukan di sebelah utara, ditempat itu diyakini sebagai lokasi pelabuhan laut pada masa itu,” ujar, Pak Ade pekerja di Museum Situs Kota China.


Kemajuan perdagangan di bandar Kota China mendadak terhenti, setelah kota itu dilanda musibah alam. Kawasan pelabuhan laut yang berkembang pesat, terkubur menjadi daratan. Dari cerita legenda di masyarakat hilangnya Kota China dikarenakan menerima kutukan dan diserang oleh pasukan kepah. Sedangkan sebagian lain beranggapan, kota tempat imigran Tiongkok itu hilang setelah terkena bencana tsunami.
 Sekitar 5 abad kemudian setelah bandar Kota Cina terjadi pendangkalan, pelabuhan baru lalu berdiri di kawasan Bandar Labuhan Deli atau saat ini berada di wilayah Kelurahan Pekanlabuhan, berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi situs Kota China. Sejarah bandar Labuhan Deli dibangun pada tahun 1814, setelah raja deli ketiga, Tuanku Panglima Pasutan memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Deli dari Delitua ke daerah Labuhan Deli.


Destinasi Wisata Sejarah dan Budaya
Keberadaan Museum Situs Kota Cina di Medan Marelan menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi bila datang ke Sumatera Utara. Selain itu keberadaanya yang tak jauh dari Danau Siombak menjadi nilai plus yang datang berkunjung.

Artefak berupa pecahan-pecahan kapal yang diperkirakan peninggalan abad ke-12 ditemukan di situs Kota China Medan Marelan, Sumatera Utara.
"Temuan pecahan kapal oleh Arkeolog Prancis itu memperkuat temuan-temuan sebelumnya," kata Ketua Pusat Studi Sosial dan Ilmu-Ilmu Sejarah (Pussis) Universitas Negeri Medan Dr Ichwan Azhari di Medan, Jumat (24/2/2012).
Sebelumnya, pada 1989 arkeolog juga pernah menemukan kapal kuno ditepi Danau Siombak yang lokasinya tidak jauh dari Situs Kota China Medan Marelan.
Ichwan mengatakan, pecahan kapal kuno tersebut ditemukan dalam ekskavasi yang dilakukan oleh 30 peneliti, dikepalai Daniel Perret dari Perancis, sejak 28 April 2011 lalu.
Pecahan kapal kuno itu ditemukan menjelang akhir eskavasi pada Rabu (22/2/2012) sekitar pukul 17.00 WIB.
Pecahan kapal ditemukan pada kedalaman 1,4 meter, pada sebuah kotak gali berukuran 3x4 meter yang berada di Museum Situs Kota China yang digali sejak 6 Februari 2012.
Selain pecahan kapal, dalam kotak ekskavasi yang sama, arkeolog juga menemukan pecahan keramik Cina kuno, manik-manik kaca, serpihan emas dan tahi besi.
Sejauh ini, umur pecahan kapal belum bisa diketahui secara pasti. Analisis karbon masih perlu dilakukan.
Meski demikian, Ichwan mengatakan bahwa penemuan ini semakin menunjukkan bahwa Kota Medan memiliki sejarah panjang sebagai kota internasional.
Sebelumnya, Edwards MacKinnon, ilmuwan asal Amerika Serikat dalam disertasinya di Cornell University mengungkapkan bahwa Kota Cina di Medan pernah menjadi bandar perniagaan di Sumatera bagian timur pada abad ke 11.
Lebih lanjut, Ichwan mengatakan,  "Dengan temuan itu Pemko Medan perlu mengambil tindakan berupa langkah-langkah penyelamatan Situs Kota China sebelum seluruhnya tergerus oleh masyarakat."
Ekskavasi dilakukan atas kerjasama Lembaga Kajian Prancis untuk Asia (EFEO), Pusat Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Medan dan Pussis Universitas Negeri Medan. (http://sains.kompas.com/read/2012/02/24/19282853/Pecahan.Kapal.Kuno.Ditemukan.di.Medan)

Lokasi
Museum situs kota cina berada di jalan Kota Cina kecamatan Medan Marelan, tidak jauh dari Danau Siombak.

Referensi:
www.tribunnews.com

Sabtu, 21 Desember 2013

Kuliner Khas Sumatera Utara Dan Cara Membuat

Provinsi Sumatera Utara merupakan perpaduan dari berbagai etnis dan suku bangsa dunia, hal ini menjadi alasan mengapa kuliner di Medan sebagai ibukota provinsi amatlah beragam. Namun kali ini saya akan membahas kuliner tradisional Sumatera Utara yang mungkin anda cari atau ingin membuat sendiri.

                                                         Lappet dan Ombus-Ombus

 
Lappet atau ombus-ombus merupakan kuliner asli Tapanuli. Makanan ini tergolong erat keberadaanya disetiap upacara adat tradisional.

Lappet berbahan dasar tepung beras, gula merah/putih dan kelapa. Adapun spesialisasinya sebagai berikut:


1. Bahan Dasar

- Tepung beras 1 kg
- Kelapa parut 1/4 kg

2. Isi

- Kelapa sangrai 1/2 kg
- Gula merah 1/2 kg

Pembungkus:

- Daun pisang

Cara pembuatannya amatlah sederhana.

- Tepung beras dicampur dengan parutan kelapa dengan perbandingan 4:1
- Masukkan campuran beras dan parutan kelapa kedalam daun pisang yang telah dibentuk segitiga memanjang.
- Buatlah lubang sebesar ibu jari tepat ditengah campuran tepung dan parutan kelapa yang telah dimasukkan kedalam pembungkus (daun pisang)
- Masukkan campuran kelapa sangrai dan gula merah (perbandingan 1:1) kedalam lobang yang telah dibuat.
- Kukus selama 30 menit
- Lappet siap dihidangkan.

Cara pembuatan lappet dan ombus-ombus tidaklah jauh berbeda, hanya saja tepung beras diganti dengan menggunakan tepung beras pulut. Masyarakat tapanuli umumnya lebih menyukai lappet daripada ombus-ombus karena sifat dari beras pulut sendiri yang sedikit eneg bila dimakan dalam porsi besar sedangkan lappet beras biasa tidaklah demikian.

 

                                                                      Pohul-Pohul
 

Panganan tradisional tapanuli ini cukup menjadi kuliner yang diminati masyarakat Batak. Pembuatannya juga tergolong lebih sederhana daripada membuat lappet atau pohul-pohul.

Cara pembuatan

- Campurkan tepung beras, gula merah dan kelapa parut hingga merata
- Bentuk campuran tersebut dengan menggunakan kepalan tangan.
- Kukus selama 15 menit
- Siap dihidangkan

Hijaunya Danau Linting Di Deli Serdang

Danau Linting Deli Serdang

Ajaib...!!
mungkin itulah kata yang cocok disematkan pada keindahan dan sejarah Danau Linting, air berwarna hijau toska dengan lokasi Danau Linting sendiri yang dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan menjadi magnet sempurna bagi wisatawan. Tak ayal lagi tempat wisata Deli Serdang ini kerap dibanjiri oleh pengunjung baik saat hari biasa maupun saat musim libur. 

Danau Linting Di Deli Serdang

Sejarah Danau Linting

Belum adanya penelitian khusus mengenai Danau Linting menjadi kendala bagi penulis, namun dari berbagai sumber mengatakan bahwa danau ini muncul secara tiba-tiba. Pada awalnya hanya terdapat sebuah bukit namun suatu ketika terjadi gempa dan muncullah Danau Linting.

Lokasi Danau Linting

Danau dengan suhu 30 derajat celcius dan mengandung belerang ini berada di desa Sibunga-bunga yang masuk kedalam kawasan kabupaten Deli Serdang provinsi Sumatera Utara. Menempuh jarak kurang lebih 70 km dari kota Medan atau sekitar 2 jam perjalanan.

Rute Ke Danau Linting

Untuk mencapai danau Linting dapat menggunakan moda transportasi roda dua dan roda empat.
Adapun rute menuju Danau Linting yang kerap digunakan adalah:
Medan - Delitua - Patumbak - Desa Sibunga Bunga

Fasilitas di Danau Linting

Pengelolaan danau Linting yang sepenuhnya oleh masyarakat menyebabkan tempat wisata di Deli Serdang ini sedikit minim. Ada beberapa warung yang menjual makanan dan minuman selain itu juga ada penyewaan tikar. Saat ini tengah dibangun beberapa wahana yang bertujuan mengembangkan Danau Linting.

Retribusi Danau Linting

Pengelola danau Linting mewajibkan biaya retribusi sebesar Rp. 5000 dan dikenakan dengan sistem hitung/orang.

Selain menikmati Danau Linting, anda juga dapat menikmati pesona keindahan tempat wisata Deli Serdang lainnya seperti Air Terjun Sampuren Putih, Sungai Dua Rasa, Lembah Loknya, Pemandian Air Panas Penen dan Air Terjun Dua Warna

Minggu, 15 Desember 2013

Pantai Sibiru-Biru Yang Bukan Di Laut


Ups.....!! jangan salah didalam menarik kesimpulan, siapa bilang pantai cuma ada di laut? Pantai Sibiru-biru di Deli Serdang contohnya. Pantai ini adalah sungai yang areanya luas dan berbatu, ada suatu kebiasaan masyarakat di Deli Serdang yang unik didalam memberi nama suatu tempat, semisal Pantai Sibiru-biru yang pada faktanya adalah sebuah sungai.

Tapi sebelumnya anda harus tau dulu letak atau posisi Pantai Sibiru-biru berada karena tidak semua orang suka jalan nyasar, bukan?. Lokasi pantai Si Biru-Biru terletak di desa Sibiru-biru kabupaten Deli Serdang. Membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 1,5 jam untuk menuju tempat wisata Deli Serdang yang satu ini. Tapi jangan khawatir, pemandangan alam yang disuguhkan tidak akan mengecewakan anda kok.

Oleh karena itu pula tempat wisata di Sumatera Utara yang satu ini selalu dikunjungi wisatawan terlebih bila masa libur telah tiba.


                                                 Daerah Tujuan Wisata Si Biru-Biru


Cocok bagi anda yang menyukai wisata alam. Aliran sungai yang tenang ditambah riak-riak air akan terasa sangat menggoda untuk melompat terjun kedalam sungai. Tidak hanya itu saja, duduk atau berbaring diatas bebatuan menjadi salah satu kegiatan yang mesti dilakukan.


Keindahan wisata alam Sibiru-biru tidak luput dari wisata kuliner Deli Serdang, puluhan warung berdiri disepanjang pantai, pada umumnya pengunjung yang lapar tidak perlu jauh-jauh mencari makan.


Pantai si biru-biru cocok untuk menjadi tempat wisata keluarga di Deli Serdang. Karena selain menarik, kawasannya yang luas adalah nilai tambah bagi mereka yang hendak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Selain itu anda dapat menambahkan beberapa destinasi wisata di Deli Serdang Sebagai refrensi anda untuk dikunjungi seperti: Pemandian Air Panas Penen. Pemandian Air Panas Embun Pagi, Sungai Dua Rasa, Air Terjun Sampuren Putih dan Lembah Loknya   


Nah, anda tertarik...?

 Bila Anda membutuhkan guide untuk mengexplore wisata di Sumatera Utara silahkan hubungi kami melalui

Akun twitter : @pariwisataSUMUT atau @Anthony_Riel
Telp/SMS : 085658080343
Atau Fanpage : Pariwisata Sumatera Utara