Minggu, 01 Desember 2013

Benteng Huraba - Tapanuli Selatan



Kalau ngomongin soal destinasi wisata Sumatera Utara, maka tidak akan pernah habis kata untuk membahasnya. Wajar karena provinsi beribukotakan Medan ini memiliki wilayah administratif yang sangat luas. 

Wisata sejarah adalah sebuah perjalanan wisata untuk belajar dan mengenal lebih dalam tentang masa lalu. Salah satu DTW di Tapanuli Selatan bernuansa sejarah adalah 

BENTENG HURABA 

Letaknya tidak jauh dari ibukota kabupaten. Hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit saja. Benteng ini menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat tapanuli untuk membela kedaulatan dan kemerdekaan dari agresi militer belanda kedua. Berada di kecamatan batang angkola tempat wisata ini sarat akan makna perjuangan. Selain itu anda juga dapat berkunjung ke Danau Terbesar ke dua Sumatera Utara, Danau Siais atau Goa Aek badak yang kesemuanya berada di Kab Tapanuli Selatan.

Letaknya persis di tepi jalan lintas Sumatera Utara - Sumatera Barat. Benteng huraba memiliki lokasi strategis dengan pemandangan pegunungan hijau, tentu saja menjadi keunikan tersendiri karena bila dibandingkan dengan kunjungan museum yang pada umumnya didalam ruangan maka benteng huraba menyuguhkan atmosper berbeda 
Di lokasi benteng huraba dapat dilihat meriam yang digunakan pahlawan tapanuli untuk mengusir Belanda, Meriam di benteng huraba sudah ada sejak 17 Agustus 1957. Ditambah keberadaan sebuah tembok yang mendeskripsikan tentang para pahlawan yang telah gugur dimasa itu sejumlah 27 orang demi mempertahankan benteng huraba dari musuh, Belanda. 



Melalui sejarah kita sebagai penerus bangsa mampu memaknai arti dari sebuah perjuangan. Sehingga menumbuhkan rasa kecintaan terhadap ibu pertiwi. 

Pantai Tureloto - Nias Utara

Pantai Tureloto - Nias Utara

Lahewa, ibukota kabupaten Nias Utara. Dianugerahi sejuta keindahan manikam bahari yang begitu mempesona. Hal tersebut semakin semarak dengan budaya dan alam yang masih sangat begitu alami dan jauh dari kerusakan. 

Pantai Tureloto adalah sebuah pantai eksotis, memukau, unik dan berbeda dari satu dengan yang lain pada umumnya. Bila anda terbiasa menikmati pantai berpasir, maka anda akan meliihat suguhan teramat unik di pantai Ture loto. Gugusan terumbu karang tepat persis menghiasi pantai. Jadi tidak perlu menghabiskan waktu snorkling atau diving untuk melihat keindahan bawah laut pantai tureloto. 

Menurut penduduk lokal di pantai Tureloto, terumbu karang tersebut muncul sejak gempa bumi melanda Nias pada tahun 2005 silam. Pantai ture lotto yang dulunya berpasir putih berubah menjadi deretan terumbu karang. It's perfectly unique, right? 

Ada keajaiban lain di pantai Tureloto yang teramat sangat berbeda bila dibandingkan dengan pantai lain di Indonesia. This is the dead sea, the only one in Indonesia guys...! Garis bawahi, satu-satunya pantai di Indonesia yang memiliki kadar garam tertinggi. Nah jadi jangan terkejut bila suatu saat anda berplesir ke Pantai Tureloto dan berenang maka tubuh akan mengapung, tidak jauh berbeda dengan laut mati kaspia yang dipuja-puji para pecinta keindahan ciptaan Tuhan. 

Selain pantai yang super wow, dengan air laut biru sepanjang mata memandang di Tureloto Nias Utara. Disini juga menjadi salah satu spot diving dan snorkling incaran wisatawan lokal maupun mancanegara. Ask why? no big wave!!. Serunya itu paling super sob karena aktifitas menyelam atau snorkling paling aman di pantai Tureloto tanpa takut gelombang air laut besar. So this mean you can spend your time to see the fishes. :) 
Tidak ada retribusi untuk masuk ke kawasan pantai Tureloto alias free. Kalau tidak bawa peralatan snorkling atau diving, di sepanjang pantai Tureloto ada tuh yang nyediain peralatan cara sewa. 

Okay man!! kalau berminat dan ngebet banget ke laut mati versi Indonesia dan menikmati pesona bahari nan indah di Nias Utara, take your time and go visit Tureloto Beach. :)

Senin, 25 November 2013

Gua Aek Badak - Tapanuli Selatan

Stalagmit Dan Stalagnit
  Tapanuli Selatan seolah tak berhenti menunjukkan permatanya yang selama ini tersembunyi. Destinasi Pariwisata Tapteng ternyata sangat banyak dan tidak kalah menarik bila dibandingkan daerah lain di provinsi Sumatera Utara.

Kali ini admin akun @
pariwisataSUMUT alias sang empunya blog Antonius Naibaho akan mengajak kalian berwisata speologi ke Goa alias Gua Aek Badak yang berada di desa Aek Badak kecamatan Sayur Matinggi.

Asal usul nama Aek Badak berasal dari nama sebuah sungai yang berada di sekitar Gua. Karena itu masyarakat menamainya dengan Goa Aek Badak. Ternyata nih ada 4 gua yang letaknya berdekatan dan hanya dipisahkan jarak sekitar 40 m dalam satu bukit..! uniknya keempat goa tersebut dinamai Goa Aek Badak.

Pintu Goa Aek Badak
Atap Goa Aek Badak
Menurut masyarakat setempat Gua Aek Badak dulunya sangat panjang dan terdiri dari lorong-lorong yang bahkan tembus sampai ke danau terbesar kedua di Sumatera Utara. Bagi yang udah baca Danau Siais pasti udah pada tau dong yak!

Kalau ditelusuri dari sejarah, Goa ini dulunya merupakan tempat persembunyian masyarakat pada masa penjajahan Nippon alias Jepang. Alias negara dimana induk JKT 48 berada. Namun malang, serdadu Jepang tau dan akhirnya membawa seluruh masyarakat yang bersembunyi dan membunuh mereka secara keji.


Goa pertama memiliki pintu masuk yang cukup besar, dan didalamnya terdapat Stalagmit dan Stalagnit. Udah pada tau beda keduanya kan?

Kalau belum nih disimak, Didaerah batu kapur , gua terbentuk oleh karena air hujan yang mengandung gas karbon dioksida (CO2) yang kemudian diserap oleh atmosfer. Batu kapur tersusun dengan bahan utama kalsium karbonat (CaCO3) Kalsium karbonat yang larut larut oleh asam lemah, kemudian membentuk saluran dalam waktu yang lama. Reaksi kimia ini merupakan reaksi kesetimbangan, rumusnya seperti ini : CaCO3 (s) + H2O(l) + CO2 (aq) Ca2+(aq) + 2HCO3-(aq)


Karena merupakan reaksi kesetimbangan, sehingga reaksi tersebut dapat mengalami pergeseran sehingga membentuk stalaktit dan stalagmit. Stalaktit adalah batuan mirip es yang menggantung diatap gua dan sedangkan stalagmit adalah batuan seperti es yang tumbuh dari dasar gua akibat tetesan.

Pembentukan stalaktit dan stalagmit terjadi ketika air mengandung kalsium karbonat menguap secara berulang-ulang. Dengan kata lain, jumlah CaCO3 mengalami pengurangan. Kalau menurut prinsip Le Chatelier, jika konsentrasi zat berkurang, reaksi akan bergeser ke arah zat yang berkurang tersebut. Jadi reaksi akan bergeser kekiri (pembentukan CaCO3). Hal ini dapat diamati dari jatuhnya larutan Ca2+ dan HCO3- yang berada diatap gua.


Ternyata Penguapan gua terjadi dalam kurun waktu yang lama atau sangat lambat. Penyebabnya karena tidak ada radiasi matahari untuk menarik molekul air, kecilnya pergerakan udara bahkan hampir tidak ada, hampir semua udara jenuh dengan uap air. Oleh sebab itulah mengapa pembentukan stalaktit dan stalagmit begitu lambat. Pertambahan panjang stalaktit hanya 0,2mm per tahun bro!. Tidak hanya itu saja, lambatnya laju pengendapan ini juga dipengaruhi oleh gerakan udara dan campuran didalam bau kapur.  Kedua jenis benda unik ini cuma bisa ditemukan di goa yang sudah berusia alias terbentuknya lama sob..! Jadi kalau kamu lagi adventuring ke goa alias gua jangan dirusak yah. :)

Selain itu ada banyak sekali kelelawar yang menjadikan gua sebagai rumah mereka. Jadi enggak perlu heran kalau bau menyengat langsung menyeruak bila berada didalam gua.


Goa kedua pintu masuknya kecil dan jauh lebih kecil dari goa pertama. Eits.... didalam goa kedua dan goa pertama isinya sama sob. Yakni stalagmit, stalagnit dan tidak ketinggalan kelelawar bergelantungan bersama koluninya.


Nah.. kalau kamu tertarik ber adventure ke Goa Aek Badak. Buruan deh siapin budget... :)

Danau Siais - Tapanuli Selatan

Selamat datang di kota Salak..! Padang Sidempuan yang mempesona. Sebuah kabupaten berindukkan provinsi Sumatera Utara, dengan mayoritas penduduk merupakan batak Mandailing dan Angkola.

Jika berbicara mengenai danau, mungkin anda akan berfikir bahwa Toba adalah satu-satunya perairan darat di Sumatera Utara. Tetapi ternyata ada banyak danau di Sumatera Utara. Danau Siais adalah salah satu diantaranya dan merupakan danau terbesar kedua di Sumatera Utara setelah danau Toba. Selain itu ada lagi Danau Marsabut dan letaknya masih berada di kawasan pariwisata Tapanuli Tengah.


Danau Siais lokasinya kurang lebih 40 km dari ibu kota Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan tepatnya di Desa Rianiate. Danau Siais seperti sebuah intan permadani hijau nan mempesona dibalik hutan. Keindahan milik serambi mekkah Sumatera Utara ini menyuguhkan pesona alam memukau yang sangat layak dikunjungi.


Danau seluas 4 Ha ini dulunya masih sulit dijangkau karena letaknya yang jauh dan infrastruktur. Namun perlahan pembenahan mulai dilakukan demi mendongkrak asset pariwisata Tapanuli Tengah dengan melakukan pembangunan beberapa fasilitas vital. Jalan menuju Danau Rianiate sudah di hotmix dan terdapat mess untuk menginap. Akhir-akhir ini pemerintah daerah tengah merampungkan daya tarik lain, sebuah jembatan yang dibangun melintas diatas Danau Siais. Keren kan? 


 


Air Terjun Siais

Selain itu ada air terjun Siais yang langsung jatuh ke Danau Siais yang membelah hutan dan menjadi keindahan yang mengagumkan disekitar danau Siais. Salah satu daya tarik lain yang cukup mencengangkan sebelum sampai ke Danau Siais adalah keberadaan ikan jurung di salah satu anak sungai yang membelah desa Rianiate. Menurut kepercayaan masyarakat setempat ikan-ikan tersebut dahulunya merupakan peliharaan seorang syekh. Ikan tersebut dilestarikan oleh penduduk sekitar dan ada pantangannya nih..! Tidak seorangpun boleh mengambil ikan tersebut alias dilarang. Nah ikan-ikan yang berkembang biak di sungai dekat mesjid Rianite tersebut sangat jinak. Mereka bahkan tidak merasa terusik dengan kehadiran manusia di sekelilingnya.

Tertarik...?

Rumah Tjong A Fie - Medan


Pict : Any Source  

Medan, kota terbesar ketiga di Indonesia terdiri dari masyarakat multi-kultural yang hidup berdampingan. Didirikan oleh guru Patimpus Sembiring Pelawi beberapa puluh tahun silam.

Kota Medan bila dipandang dari sudut budaya memang sangat unik. Segala macam suku hidup di kota yang terkenal dengan landmark Mesjid Raya. Latar belakang perkembangan kota Medan dari masa ke masa dipengaruhi oleh orang-orang besar. Salah satunya adalah Tjong A Fie, seorang pria yang muncul sebagai sosok berjasa bagi kota Medan.


Tjong A Fie berasal dari negara cina tiongkok, ia sukses menjadi seorang warga non pribumi di bidang perkebunan. Namun ia tidak lantas memperkaya diri sendiri, banyak uluran tangan darinya terhadap lingkungan sekitar. Lihat saja beberapa destinasi pariwisata kota Medan dan tempat beribadah seperti istana maimun, mesjid raya al-makhsun, mesjid bengkok, gereja, kuil, dan masih banyak lagi.

                                                                Rumah Tjong A Fie
Interior Rumah Tjong A Fie
Tjong A Fie Mansiore, atau lebih dikenal dengan sebutan rumah Tjong A Fie. Merupakan rumah kediamannya yang kini dibuka untuk umum dan dijadikan sebagai tempat wisata sejarah demi mengenang jasa beliau bagi kota Medan.

Pintu Masuk Rumah Tjong A Fie
Rumah Tjong A Fie dibangun pada tahun 1988 dan selesai pada tahun 1900, rumah ini terdiri dari 40 kamar dengan design arsitektur yang dipengaruhi oleh beberapa negara seperti cina, melayu dan eropa.

Tidak hanya itu saja, dua buah patung singa duduk didepan pintu rumah ditambah ukiran-ukiran hias yang indah dan mempesona. Langit-langit rumah juga dihiasi dengan lukisan yang menarik. Berbagai porselen cina memberi daya tarik sendiri dan membawa anda seolah terlempar ke masa dulu.


Tarif masuk kedalam rumah Tjong A Fie sebesar Rp. 30000. Bila anda hendak belajar sejarah dan tertarik menikmati peninggalan Tjong A Fie, silahkan datang ke daerah Kesawan Medan.

Rabu, 20 November 2013

TWA Sibolangit


Salah destinasi wisata alam di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit adalah destinasi wisata yang menarik bila hendak melakukan perjalanan dari kota medan ke berastagi. Kawasan tersebut terletak sekitar 40 kilometer dan dapat ditempuh sekitar satu jam saja bila menggunakan moda transportasi darat.

Lokasi seluas 24 hektare lebih yang terletak di Kabupaten Deli Serdang itu, berada di ketinggian 500 meter dari permukaan laut, memiliki topografi berbukit-bukit, pemandangan alam indah, dan hawa udara yang sejuk. 

TWA Sibolangit yang merupakan bagian dari Cagar Alam Sibolangit ternyata mempunyai sejarah yang cukup panjang. Pada mulanya Direktur Kebun Raya Bogor di 1914, Dr. JC Koningsberger, adalah orang pertama yang mempunyai ide untuk mendirikan kebun raya di kawasan Sibolangit sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor. Maka JA Lorzing ditunjuk memulai pembangunan Kebun Raya Sibolangit yang mencakup wilayah sampai seluas lebih dari 100 hektare.

Statusnya sebagai kebun raya berlaku sampai 1938. Sejak 10 Maret 1938, sesuai dengan Surat Keputusan Z.B. No. 37/PK, status Kebun Raya Sibolangit ditingkatkan menjadi cagar alam karena di lokasi ini terdapat berbagai jenis flora dan fauna yang sangat berguna bagi ilmu pengetahuan. Cagar alam itu terus dipertahankan, dan kemudian setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 1980, sebagian area cagar alam itu seluas 24 hektare dijadikan Taman Wisata Alam.

Fegetasi flora dan fauna di TWA Sibolangit diantaranya pohon-pohon besar seperti angsana  (Pterocarpus indicus), nyamplung (Calophyllum inophillum), meranti  (Shorea sp), dan lainnya mendominasi TWA Sibolangit. Juga terdapat jenis tanaman palem dan pinang, serta tumbuhan buah seperti duku dan durian hutan. Di situ juga banyak tanaman bunga yang indah, dan karena curah hujan yang cukup tinggi, tumbuhan merambat seperti Philodendron sp. dapat pula dijumpai di sini. Satu hal lagi, di TWA Sibolangit juga dapat ditemui tanaman langka seperti bunga bangkai (Amorphophallus titanium), yang hanya berkembang setiap lima tahun sekali.


Sedangkan bagi para Wisatawan yang berkunjung ke tempat itu juga dapat menyaksikan sejumlah fauna, seperti kera (Macaca fascicularis) dan lutung (Presbytis sp), terutama pada saat musim pohon buah menghasilkan buahnya.  Gerakan-gerakan yang lincah dengan melompat dari satu batang pohon ke batang lainnya, disertai teriakan-teriakan khas yang suaranya nyaring, menjadi daya tarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke TWA Sibolangit.
Selain itu, bila beruntung wisatawan dapat pula melihat langsung babi hutan, kancil, trenggiling, kuskus dan berbagai jenis burung. Ada burung rangkong, kutilang, kacer, srigunting, dan banyak lagi. Sungguh suatu petualangan wisata yang menyenangkan, bisa melihat dengan mata kepala sendiri berbagai hewan hidup di alam terbuka, yang merupakan pengalaman unik bagi wisatawan yang sudah terbiasa hidup di kota-kota besar.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke TWA Sibolangit, sejumlah fasilitas umum juga tersedia untuk dimanfaatkan. Mulai dari area parkir, tempat ibadah, kamar mandi dan WC umum, bahkan juga jalan setapak untuk mengelilingi kawasan itu, shelter untuk beristirahat di tengah perjalanan, dan sebagainya. Bagi yang memerlukan pemandu pun, dapat menghubungi kantor pusat informasi yang berada di dalam kawasan TWA Sibolangit itu. 

Paket Pulau Berhala


        


                           

          The sparkling moment, Central Leisure of North Sumatera, Welcome to Berhala Island…!

Merupakan destinasi wisata bahari di kabupaten serdang bedagai, sumatera utara dengan keindahan panorama bawah laut yang setara dengan Maldives, cocok untuk area snorkeling, diving dan fishing.
Pulau berhala diapit oleh 2 pulau kecil lainnya yakni Pulau Sokong Nenek dan Pulau Sokong Kakek, letaknya yang berada di area perbatasan Indonesia dan Negara Malaysia sehingga disebut pulau terluar dan dijaga ketat oleh pasukan marinir .
Selama 2 hari, nikmatilah pesona wisata di pulau berhala :

Paket Wisata Pulau Berhala

                                          Fun Trip Berhala 2 days 1 night

Day 1st
Keberangkatan dari pukul 09.00 pagi di tempat (meeting point) yang sudah disepakati, perjalanan dari Kota Medan menuju Serdang Bedagai dengan waktu tempuh sekitar 3 jam, perjalanan lau menuju pulau berhala dengan durasi waktu ±5 jam setelah lunch di pelabuhan. Setibanya di pulau berhala maka grup akan dibagi untuk mendapatkan penginapan, setelah itu dilanjutkan dengan dinner.Tepat pukul 20.00 malam itu acara dilanjutkan dengan barbeque, night party dan dinner di tepi pantai selain menyaksikan kepiting yang berlarian dan penyu di malam hari dengan mata telanjang .




Day 2nd
It’s free time after breakfast. Kami memberikan waktu bebas bagi anda untuk menikmati keindahan pulau berhala, mencari kerang, berfoto ria, tracking mercusuar atau apa saja yang anda inginkan hingga pukul 12 siang. Pukul 13.00 saatnya perjalanan kegiatan ke pelabuhan serdang bedagai dan lunch seraya menikmati ombak laut selat malaka di atas kapal menjadi agenda yang menyenangkan tentunya. Sesampainya di Serdang Bedagai, perjalanan akan segera bertolak ke kota Medan .


Package Fun Trip Berhala Island
40 peoples (group)      =          Personal payment IDR 400.000/person
30 peoples (group)      =          Personal payment IDR 500.000/person
20 peoples (group)      =          Personal payment IDR 800.000/person

Facilities
Transportation Medan – Serdang Bedagai by using Tourism Bus
Transportation Serdang Bedagai by using Ship
Life Jacket
Snorkling Tools
5 Guides
Food and Beverage (7 times)
Photograph (soft copy file)
Barbeque
Night Party
Island Tracking
Penyu Night View

Foto Snorkling Di Pulau Berhala klik link berikut: http://goo.gl/k0x8Ik


More detail information, please contact us :
Email     : traveling.medan@gmail.com
Cp         :  Anthony   085658080343